Kemenag Subang Sukses Gelar Talkshow Budaya dan Pendidikan Islam, Soroti Tantangan Pesantren di Tengah Perubahan Zaman

PASUNDANEKSPRES.ID - Derasnya arus globalisasi dan tantangan degradasi moral generasi muda, peran pesantren mesti diperkuat. Isu penguatan pendidikan agama Islam, pelestarian budaya, serta pembentukan karakter bangsa menjadi bahasan utama dalam Talkshow Budaya dan Pendidikan Islam yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang.
Kegiatan yang berlangsung dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ini menegaskan posisi strategis pesantren sebagai benteng moral dan pusat pembinaan karakter generasi bangsa yang berakhlak, moderat, dan berjiwa nasionalis.
Talkshow diselenggarakan pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Auditorium Pondok Pesantren Al Ihya, Cidau, Pagaden Barat, Kabupaten Subang. Kegiatan tingkat kabupaten ini merupakan hasil sinergi antara Kemenag Kabupaten Subang dengan Pondok Pesantren Al Ihya Subang sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan.
Kepala Kemenag Kabupaten Subang Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd mengatakan, pesantren memiliki peran strategis dalam penguatan pendidikan Islam. Menurutnya, pesantren tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara keilmuan, tetapi juga berperan penting dalam membangun akhlak, budaya, serta karakter generasi bangsa.
Talkshow dimoderatori oleh H. Mohamad Sopiadi, S.Ag., M.A.P dengan menghadirkan narasumber utama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., serta Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya Subang, KH. Asep Sulaiman Sabanda.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, antara lain Kepala Kemenag Kabupaten Subang Dr. H. Badruzaman, S.Ag., M.Pd., Ketua PCNU Kabupaten Subang, jajaran pejabat Kemenag, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Subang, kepala KUA, organisasi mitra, kepala madrasah dan sekolah, dosen serta mahasiswa STIU Sains Al-Qur’an Subang, hingga para santri Pondok Pesantren Al Ihya.
Mengusung tema “Peran Pesantren dalam Pendidikan Agama, Budaya, dan Pembentukan Karakter Generasi Bangsa”, talkshow ini menjadi ruang dialog strategis untuk menggali kontribusi pesantren dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan budaya luhur di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, KH. Asep Sulaiman Sabanda menegaskan, pembentukan pemimpin masa depan tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan ilmu, tetapi harus ditopang oleh karakter yang kuat.
Ia menekankan pentingnya penerapan “tujuh aturan pondok” sebagai fondasi pembinaan santri, meliputi disiplin ibadah, ketaatan, kebersihan, penghormatan kepada guru, menjauhi larangan, serta menjaga nama baik pesantren.
“Dari nilai-nilai itulah akan lahir santri yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan mampu bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan budaya bangsa. Pesantren adalah kawah candradimuka pembentuk pemimpin masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, menekankan bahwa santri masa kini dituntut tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tampil sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan pemahaman agama yang moderat dan berwawasan kebangsaan, santri diharapkan mampu menjaga persatuan dan merawat harmoni sosial.
“Jiwa nasionalisme yang tumbuh dari pesantren akan menjadikan santri cinta tanah air, menolak radikalisme, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Subang berharap pesantren semakin diakui sebagai pilar penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam membentuk karakter bangsa yang religius, berbudaya, berdaya saing, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.(adv/znl/ysp)
