Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kerja Nyata untuk Masyarakat Bandung Barat, Jeje-Asep Lanjutkan Pembangunan Para Pendiri Kabupaten

H
HubaEditor: Huba
|09:25 WIB
Bagikan:
Kerja Nyata untuk Masyarakat Bandung Barat, Jeje-Asep Lanjutkan Pembangunan Para Pendiri Kabupaten
ZIARAH: Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail saat tabur bunga di makam para tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/6/2025).

BANDUNG BARAT-Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail ziarah ke makam para tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat, Rabu (18/06/2025). Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendahulu pendiri KBB menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-18 tahun 2025.

Rangkaian ziarah dimulai dari makam Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB), almarhum H. Endang Anwar, Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) di Pemakaman Desa Cipada, Kecamatan Cisarua.

Ziarah dilanjutkan ke makam Bupati Bandung Barat periode pertama, almarhum H. Abubakar di Pemakaman Komplek Pemakaman Kota Mas, Kota Cimahi.

Pada saat ziarah, bupati didampingi para Kepala Perangkat Daerah KBB serta para tokoh masyarakat KBB, berdo’a bersama dan menabur bunga.

Jeje mengatakan, jika kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-18. Selaim itu, ziarah yang mereka lakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa besar dalam sejarah lahirnya daerah ini. 

"Ziarah hari ini adalah bagian dari catatan sejarah. Sejak KBB berdiri 18 tahun lalu, baru tahun ini kami agendakan secara khusus sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu," ujar Jeje.

Dia menambahkan, jika ziarah ke makam tokoh pendiri ini akan menjadi agenda rutin tahunan menjelang HUT KBB. Hal itu, sebagai pengingat dan pelecut semangat bagi seluruh aparatur pemerintahan. "Kami ingin menjadikan momen ini sebagai pengingat bagi kami semua yang hari ini mengemban amanah. Bahwa jabatan adalah titipan, bersifat sementara, dan semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT," tuturnya.

Wakil Bupati Asep Ismail menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret menanamkan nilai keteladanan bagi generasi penerus. "Para pendiri telah meletakkan dasar yang kuat. Kini tugas kita adalah menjaga dan melanjutkannya dengan kerja nyata dan dedikasi tulus untuk masyarakat Bandung Barat," ujar Asep.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap semangat juang, integritas, dan dedikasi para tokoh pendahulu dapat terus menjadi inspirasi dalam menyelenggarakan pemerintahan yang melayani dan membangun daerah dengan sepenuh hati.

Kritik Kepemimpinan Jeje-Asep

Salah satu Pendiri KPKBB Asep Suhardi mengkritisi gaya kepemimpinan Jeje Ritchi Ismail dan Asep Ismail. Setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje-Asep sempat membawa secercah harapan di tengah kekosongan kepemimpinan pasca bupati sebelumnya tersandung kasus hukum.

Dengan gaya santun, agamis, dan membumi, seolah ingin menampilkan wajah baru pemerintahan. Namun, gaya bukanlah segalanya, dalam pemerintahan substansi jauh lebih penting dari simbol.

Jeje tampak meniru pola kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jabar yang dikenal teknokratis, egaliter, dan reformis. "Jeje hanya meniru permukaannya saja. Ia gagal menangkap esensi di balik gaya KDM—yakni kapasitas manajerial, pemahaman anggaran, dan kepemimpinan berbasis sistem," kata Asep Ado sapaan akrab Asep Suhardi.

Dia menjelaskan, minimnya pemahaman Jeje terhadap siklus anggaran dan mekanisme perencanaan pembangunan menyebabkan berbagai program strategis mandek. Proyek pelayanan dasar, infrastruktur, hingga penguatan birokrasi berjalan terseok-seok tanpa arah yang jelas. "Jeje lebih sibuk membangun pencitraan sebagai pemimpin baik, alih-alih membenahi sistem dari akar. Kepemimpinan Jeje pun terkesan soliter. Koordinasi dengan dinas teknis lemah, komunikasi dengan DPRD hambar, dan partisipasi masyarakat nyaris tidak diberi ruang. Pemerintahan berjalan seperti tanpa komando," ungkapnya.

Asep Ado menambahkan, Jeje lebih sering hadir di media sosial ketimbang hadir dalam pengambilan keputusan strategis di internal pemerintahan.  Lebih mengkhawatirkan, Jeje tampaknya keliru memahami platform kepemimpinan. "Ia seperti percaya bahwa popularitas di media sosial setara dengan keberhasilan kepemimpinan. Padahal, mengelola pemerintahan daerah harus berbasis pada perencanaan, penganggaran, dan akuntabilitas, bukan berdasar algoritma media sosial. Pemerintahan bukan soal “engagement”, tetapi soal dampak nyata di lapangan," jelasnya.

Jika gaya kepemimpinan seperti ini terus dipertahankan, kata dia, bukan tidak mungkin Kabupaten Bandung Barat akan dikelola secara auto pilot—berjalan seadanya karena ditopang oleh sistem birokrasi yang pasif, bukan karena dikendalikan oleh visi dan keputusan strategis kepala daerah. "Dalam kondisi ini, risiko stagnasi makin besar, kepercayaan publik melemah, dan pembangunan kehilangan arah," ucapnya.

Lebih jauh, cita-cita mulia yang selama ini diperjuangkan oleh warga Bandung Barat—yakni pemekaran dari Kabupaten Bandung agar lebih mandiri dan maju—akan makin jauh dari kenyataan. "Cita-cita pemekaran bisa jadi hanya tinggal slogan kosong, karena arah pembangunan tak lagi menyasar kemajuan, melainkan hanya sekadar mempertahankan eksistensi," ujarnya.

Dia menyebut, Jeje masih punya waktu untuk berbenah. Tapi jika tetap bertahan dengan pola kepemimpinan pencitraan, sejarah mungkin hanya akan mencatatnya sebagai pemimpin transisional yang gagal membawa kapal besar bernama Bandung Barat menuju pelabuhan kemajuan.(sep/ysp)

Berita Terbaru

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Pojokan 329: Kongres Pesugihan

Opini1 jam lalu
Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat2 jam lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta2 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta2 jam lalu
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang4 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline4 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline4 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline5 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle6 jam lalu