Kios Nanas Buatan KDM di Jalancagak Subang Banyak yang Tutup, Ini Alasannya

PASUNDANEKSPRES.ID – Kios nanas buatan KDM di Jalancagak Subang untuk penjualan nanas yang berada di jalur wisata Jalancagak, Kabupaten Subang, kini tampak sepi aktivitas. Deretan kios baru yang sebelumnya digagas sebagai upaya penataan dan penguatan ekonomi pedagang lokal, kini sebagian besar kosong dan hanya menyisakan dua pedagang yang masih bertahan.
Kondisi ini menjadi sorotan, mengingat kawasan tersebut dulunya dikenal sebagai salah satu sentra penjualan nanas khas Subang yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun saat ini, suasana berubah drastis dengan minimnya aktivitas jual beli.
Salah satu pedagang yang masih bertahan, Endang, mengungkapkan sepinya kios bukan tanpa alasan. Endang menyebut, ketersediaan nanas saat ini memang sedang terbatas karena belum memasuki musim panen.
“Memang kiosnya pada kosong, karena sekarang lagi susah nanasnya. Belum musim panen,” ucapnya saat di temui di lokasi pada Rabu (15/4/2026).
Selain faktor pasokan, harga nanas yang melonjak juga menjadi kendala tersendiri bagi para pedagang. Endang menjelaskan, harga nanas saat ini mencapai sekitar Rp750 ribu per kuintal, angka yang dinilai cukup tinggi dibandingkan kondisi normal.
“Kenaikan harga juga berpengaruh. Sekarang satu kuintal bisa sampai Rp750 ribu,” tambahnya.
Kondisi tersebut membuat banyak pedagang memilih untuk tidak berjualan sementara waktu, karena khawatir tidak mendapatkan keuntungan atau bahkan merugi. Minimnya stok dan tingginya harga membuat aktivitas perdagangan di kios-kios tersebut menjadi tidak berjalan optimal.
Sepinya kios nanas ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan kawasan yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Tanpa pasokan yang stabil dan harga yang terjangkau, sulit bagi pedagang untuk bertahan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, kondisi ini juga menunjukkan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sektor usaha kecil, khususnya yang berbasis komoditas musiman seperti nanas. Diperlukan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, agar roda ekonomi tetap berjalan.
Meski demikian, pedagang yang masih bertahan berharap kondisi ini bersifat sementara. Mereka optimistis, saat musim panen tiba, pasokan akan kembali normal dan aktivitas di kios-kios tersebut bisa kembali hidup seperti sebelumnya.(hdi/ysp)
