Konservasi Lingkungan, Perhutani dan Pemkab Aksi Nyata di Sempadan Sungai

PASUNDANEKSPRES.ID - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta bersama Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melakukan aksi nyata dalam memperkuat konservasi lingkungan. Teranyar, KPH Purwakarta dan Pemkab Purwakarta menggelar kegiatan penanganan kawasan perlindungan di Petak 20 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Campaka, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sadang, belum lama ini.
Administratur KPH Purwakarta, Plt. Deden Yogi Nugraha melalui Wakil Administratur KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. "Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Aksi Bersih Nasional yang diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, meliputi pembersihan aliran sungai, pemasangan patok penahan erosi, serta penanaman pohon di kawasan sempadan sungai," kata Mulyana saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Langkah ini, sambungnya, menjadi bagian dari upaya konservasi dan rehabilitasi kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Terlebih, sambungnya, banyak pihak yang ikut serta. Di antaranya, kata dia, Pemcam Campaka, Koramil 1904/Campaka, Polsek Campaka, Perwakilan Sektor 7 Satgas Citarum Harum, Pemdes Benteng dan Campakasari, jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, dan Mapala Wikara.
Turut hadir pula Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) DPD Purwakarta, Komunitas Pendaki Purwakarta, perwakilan perusahaan di wilayah Kecamatan Campaka, Aktivis Lingkungan Zona Remaja, serta petugas kebersihan dan masyarakat sekitar.
Perhutani Ingin Berikan Edukasi ke Masyarakat
Mulyana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. "Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, Perhutani ingin memberikan edukasi sekaligus contoh nyata kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya kawasan hutan dan daerah aliran sungai," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang berkelanjutan. "Selaras dengan prinsip pengelolaan hutan lestari, kegiatan ini menegaskan pentingnya menjaga kawasan sempadan sungai sebagai bagian dari ekosistem hutan yang memiliki fungsi lindung strategis. Antara lain, mencegah erosi, menjaga tata kelola air, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna," ucapnya.
Sementara itu, perwakilan Aktivis Lingkungan Zona Remaja menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam aksi lingkungan menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. "Kami merasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. Saat ini semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa menjaga kebersihan sungai dan kelestarian hutan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat," katanya.(add/sep)
