Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kota Subang Kusut Akibat Jalan Butut

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:07 WIB
Bagikan:
Kota Subang Kusut Akibat Jalan Butut
JALAN RUSAK: Jalan Mayjend Jl. MT. Haryono, Cigadung, Subang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.

SUBANG-Pengendara yang melintasi Jalan Mayjend Jl. MT. Haryono, Cigadung, Subang, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki permanen. Kerusakan yang terjadi sejak lama ini semakin membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Apalagi di saat musim hujan seperti saat ini.

Mirisnya, jalannya provinsi ini berada di pusat perkotaan Subang. Hanya beberapa ratus meter dari Kantor Bupati. Wajah kota yang harusnya tertata rapih, malah nampak kusut dengan kondisi jalan yang butut.

Menurut warga setempat, jalan berlubang dan bergelombang di sepanjang Jalan Cigadung sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat hujan deras yang membuat lubang tertutup genangan air. Warga juga mengeluhkan debu yang beterbangan di musim kemarau, mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat sekitar.  

 

"Saya setiap hari lewat jalan ini, kondisinya makin parah. Sudah banyak yang jatuh, termasuk pengendara yang melintas. Kami sangat butuh perhatian dari pemerintah," ujar Rudi, salah satu warga yang tinggal di sekitar Jalan Cigadung.  

Keluhan ini bukan pertama kali disampaikan warga, bahkan mereka telah beberapa kali melaporkan kondisi jalan kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata untuk perbaikan.

Warga berharap pemerintah kabupaten hingga provinsi segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan ini.  

"Kami meminta pemerintah daerah maupun provinsi segera merespons keluhan kami. Jangan sampai ada korban jiwa dulu baru diperbaiki," tambah Rudi.  

Selain itu, Kania Sekar Ayu warga lainnya yang bekerja di jalur pertokoan mengungkapkan sudah sangat banyak para pengendara yang berjatuhan.  

"Memang sebenarnya jalan ini pernah diperbaiki tetapi hanya ditambal biasa saja, tidak lama kemudian jalan ini rusak kembali dan sekarang malah semakin rusak parah," ujar Kania Sekar Ayu.

 

Dirinya juga berharap, jalan tersebut agar cepat diperbaiki karena ini memasuki jalan umum atau kota yang tidak pantas dilihat  dan dilalui. Dia pun berharap, kalau pun diperbaiki jangan hanya ditambal saja. Sebab, nanti pun akan cepat rusak kembali.

"Kami sangat berharap juga kendaraan-kendaraan besar bisa beroperasi di malam hari, karena pagi, siang, sore banyak sekali yang beraktivitas sehingga terlalu membahayakan," katanya.(znl/ysp)

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle18 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional31 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional33 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle35 menit lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional45 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu