Krisis Air Bersih Dua Pekan, Bupati Subang Pantau Langsung Penyaluran Air ke Sarireja dan Palasari

SUBANG - Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, meninjau langsung wilayah terdampak kekeringan di Desa Sarireja, Kecamatan Jalancagak, dan Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah mendistribusikan enam tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang telah mengalami kesulitan air selama dua pekan terakhir.
Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, bersama rombongan mendatangi kedua desa menggunakan sepeda motor untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung. Kedatangan rombongan disambut warga yang berharap persoalan ketersediaan air bersih dapat segera ditangani secara berkelanjutan.
Dalam peninjauan itu, Kang Rey mengungkapkan bahwa persoalan kekeringan di wilayah Subang Selatan tidak semata-mata dipicu oleh musim kemarau panjang. Kondisi sumber air warga yang relatif dangkal juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan air menurun.
“Masih memanfaatkan sumur bor dengan kedalaman 65 meter, sehingga musim kemarau panjang seperti ini kesulitan air,” ujar Kang Rey.
Menurutnya, distribusi air bersih merupakan langkah penanganan awal untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi jangka panjang agar warga tidak terus-menerus menghadapi persoalan serupa setiap musim kemarau.
Salah satu upaya yang direncanakan adalah memanfaatkan sumber mata air Cikanyere dengan mengoptimalkan peran Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) untuk memperluas pelayanan air bersih ke wilayah terdampak.
“Insyaallah, tahun depan kita akan meminta PDAM untuk memasang pipa dari sumber mata air,” kata Kang Rey.
Sementara itu, Direktur Perumda TRS, Lukman Nurhakim mengungkapkan, Desa Sarireja hingga saat ini belum terlayani jaringan distribusi air bersih milik Perumda TRS. Warga masih mengandalkan sumber mata air yang dikelola secara swadaya.
Menindaklanjuti arahan Bupati Subang, pihaknya akan mengupayakan pembangunan jaringan baru yang memanfaatkan mata air Cikanyere. Sumber air tersebut diperkirakan berjarak sekitar lima kilometer dari wilayah yang akan dilayani.
“Menindaklanjuti perintah Pak Bupati, kami akan upayakan agar masyarakat bisa dilayani dengan jaringan baru dari mata air Cikanyere, dengan jarak sekitar lima kilometer,” ungkap Lukman.
Ia menambahkan, Perumda TRS akan segera menelusuri jalur jaringan pipa yang memungkinkan sekaligus menghitung kebutuhan biaya untuk merealisasikan rencana tersebut.
Lukman menyebut, salah satu opsi yang akan dikaji adalah sistem distribusi secara gravitasi, sehingga air dapat mengalir dengan memanfaatkan perbedaan ketinggian tanpa bergantung sepenuhnya pada pompa.
“Kami akan menelusuri jaringan pipa dan biaya yang dibutuhkan. Mudah-mudahan bisa dilayani secara gravitasi,” pungkasnya. (cdp/ysp)
