Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kurang Cermat Tata Kelola Sampah, Masyarakat Pusakajaya Terpaksa Buang Sampah di Pinggir Jalan

H
HubaEditor: Huba
|08:28 WIB
Bagikan:
Kurang Cermat Tata Kelola Sampah, Masyarakat Pusakajaya Terpaksa Buang Sampah di Pinggir Jalan
PENANGANAN SAMPAH: Anggota DPRD Subang Fraksi PKB, H. Sudihartono bersama Kades Pusakajaya Heri saat meninjau laham Pemda yang digunakan sebagai pembuangan sampah pasar.

SUBANG-Persoalan sampah di wilayah Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, kian mengkhawatirkan. Masyarakat terpaksa membuang sampah di pinggir jalan karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah (TPS) yang layak. 

Kondisi ini memicu keresahan, termasuk dari kalangan wakil rakyat dan pemerintahan desa setempat.

Anggota DPRD Subang dari Fraksi PKB, H. Sudihartono, menyoroti masalah ini secara serius. Ia menyebut, tanah milik Pemda yang berada di belakang Pasar Pusakajaya sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai TPS sementara. 

Namun, menurutnya, upaya pemanfaatan lahan tersebut terkendala penolakan dari pihak pasar dengan alasan bau.

"Padahal itu tanah milik Pemda, bukan milik pasar. Jadi tidak semestinya dilarang. Toh, baik itu sampah dari pasar maupun dari masyarakat, tetap saja sampah yang harus dikelola. Daripada dibiarkan menumpuk di pinggir jalan, lebih baik difasilitasi TPS bersama," tegas Sudihartono.

Ia pun meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang segera turun tangan untuk mencari solusi. 

"Saya berharap DLH mencarikan tempat yang bisa digunakan secara bersama oleh masyarakat dan pedagang, agar tidak ada lagi penumpukan sampah liar," ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Pusakajaya Heri, yang mengaku persoalan sampah di wilayahnya sudah masuk kategori darurat.

"Ini bukan hanya di Pusakajaya, tapi hampir di semua desa. Kami sudah berupaya membersihkan secara rutin, mengangkut sampah dengan alat berat, dan bahkan melibatkan siswa serta Muspika. Tapi persoalannya tetap berulang karena belum ada solusi jangka panjang," ujar Heri.

Ia mengusulkan agar tanah Pemda di belakang pasar yang saat ini tidak produktif, bisa digunakan sementara sebagai lokasi pembuangan sampah terkontrol. 

"Daripada masyarakat buang sampah sembarangan di sepanjang jalur Pantura yang menimbulkan bau dan pemandangan tidak sedap, lebih baik ditata di lahan Pemda," jelasnya.

Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD, UPTD Pasar, dan pedagang, namun hingga kini belum ada solusi konkret.

"Kami mohon kebijakan dari Bapak Bupati agar permasalahan sampah ini mendapat perhatian khusus. Kami siap membantu menimbun, membakar, atau mengangkut, asalkan ada kejelasan lokasi dan dukungan dari pemerintah kabupaten," pungkas Heri.(cdp/ysp) 

Berita Terbaru

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline23 menit lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline42 menit lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle1 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional2 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional2 jam lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle2 jam lalu
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional2 jam lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline3 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang3 jam lalu