Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Lelet Beri Bantuan Pedagang, Enam Bulan Terdampak Kebakaran Pasar Jumaah Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|08:40 WIB
Bagikan:
Lelet Beri Bantuan Pedagang, Enam Bulan Terdampak Kebakaran Pasar Jumaah Purwakarta
KADEUDEUH: Para pedagang korban kebakaran Pasar Jumaah berharap "kadedeuh" dari pemerintah daerah untuk bangkit dan kembali merintis usaha. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Kebakaran hebat yang menghanguskan pertokoan di pusat perniagaan Pasar Jumaah Purwakarta sudah enam bulan berlalu. Peristiwa tersebut tak hanya menimbulkan trauma tapi juga dampak ekonomi bagi para pedagang.

Betapa tidak, para pedagang dibuat bangkrut karena seluruh modalnya dalam bentuk dagangan habis terbakar. Terlebih saat itu menjelang Hari Raya Idulfitri, sehingga stok dagangan dimaksimalkan.

Adapun saat ini, para pedagang Pasar Jumaah yang jumlahnya ratusan itu masih terus berupaya untuk bangkit. Serangkaian upaya telah dilakukan guna mendapatkan perhatian pemerintah.

Sebut saja mulai dari bersurat ke Pemda untuk beraudiensi dengan Bupati Purwakarta hingga menggelar pertemuan dengan para wakil rakyat di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta.

Lambannya bantuan maupun penanganan menimbulkan rasa frustasi dan saling kecewa di internal para pedagang. Bahkan, keputusan untuk melakukan unjuk rasa secara massif pun sempat menjadi opsi terakhir.

Akan tetapi, demi menjaga situasi tetap kondusif, para pedagang kembali mengambil langkah persuasif.

Didampingi teman-teman dari Bela Purwakarta, sebuah wadah silaturahmi lintas sektoral dan lintas elemen masyarakat, perwakilan pedagang melanjutkan upaya secara diplomatis ke Pemda Purwakarta, belum lama ini.

Mereka datang untuk berdialog langsung dengan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein. Sayangnya, Om Zein berhalangan hadir lantaran sedang dalam masa pemulihan setelah mendapat perawatan kesehatan.

Para pedagang pun ditemui Asda 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agung Darwis Suriaatmaja, didampingi Asda 1 bidang Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat, Rahmat Heriansyah.

Dalam pertemuan itu, Ketua Persatuan Warga Pasar (Perwapa), Iwan Sopwan Arif mengatakan, pihaknya tetap melaksanakan perjuangan secara diplomatis demi nama baik Purwakarta dan menjaga wibawa Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Akan tetapi, jika tetap tidak ada tanggapan, apa boleh buat, kami tidak punya pilihan lain selain melakukan aksi," kata Iwan tegas.
Sesepuh para pedagang, Haji Entang Sobur, menambahkan, akibat dampak terlalu lamanya penanganan pascakebakaran, para pedagang berada dalam penderitaan yang berkepanjangan.

"Ada yang tak lagi mampu membayar cicilan bank, ada pedagang yang hingga saat ini tidak mau keluar rumah saking mengalami depresi. Masih beruntung di antara kami tidak ada yang melakukan aksi nekad melukai diri sendiri," ujarnya.

Haji Entang menegaskan bahwa para pedagang hanya butuh empati berupa "kadeudeuh" agar bisa kembali bangkit merintis usaha demi menghidupi keluarga dan melanjutkan kehidupan.

Sementara, Founder Bela Purwakarta, Aa Komara mengatakan, kondisi rakyat saat ini sedang sensitif dan mudah marah. Tak hanya unjuk rasa, kekerasan pun terjadi di mana-mana.

Disebutkan Aa, fenomena munculnya gerakan "One Piece", "Indonesia Gelap", serta simbol simbol perlawanan lainnya merupakan akumulasi rasa kecewa terhadap minimnya rasa empati dan lambannya para penyelenggara negara merespons aspirasi warga.

"Belajar dari hal-hal tersebut, kami berharap persoalan nasib korban kebakaran Pasar Jumaah segera mendapatkan solusi yang paling bijak, sebelum memicu gelombang sosial yang dapat merugikan Kota Purwakarta yang kita cintai bersama," ucap Aa.

Di akhir pertemuan, perwakilan pedagang menitipkan amanat kepada kedua pejabat Pemkab Purwakarta tersebut agar dalam pertemuan selanjutnya dapat diterima oleh Bupati Purwakarta dan mendapatkan keputusan final terkait nasib mereka.

Dihubungi terpisah, pihak DPRD Kabupaten Purwakarta sekaligus mewakili Badan Anggaran DPRD, Said Ali Azmi menuturkan, terkait solusi berupa "kadeudeuh" untuk para pedagang korban kebakaran ini dapat dialokasikan melalui dana hibah yang teranggarkan di APBD.

"Kami pun di DPRD menginginkan persoalan ini lekas selesai dan para pedagang bisa melanjutkan aktivitas perekonomian demi dapat menghidupi keluarganya. Semoga segala sesuatunya berjalan lancar," kata Said Ali Azmi yang saat itu didampingi koleganya, Dedi Juhari.(add/ysp)

Berita Terbaru

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Nasional20 menit lalu
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Nasional24 menit lalu
Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lifestyle26 menit lalu
Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Subang28 menit lalu
ADVERTISEMENT
Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Nasional42 menit lalu
Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Ini Fokus Penyalurannya

Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Ini Fokus Penyalurannya

Nasional50 menit lalu
Proyek Pengairan PUPR Subang Capai 95 Persen, Tiga Lokasi Masih Dikerjakan

Proyek Pengairan PUPR Subang Capai 95 Persen, Tiga Lokasi Masih Dikerjakan

Subang1 jam lalu
PKS Soroti Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Mardani: Tidak Bisa Dianggap Angin Lalu

PKS Soroti Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Mardani: Tidak Bisa Dianggap Angin Lalu

Nasional1 jam lalu
Kelas Pelatihan Gratis BLK Subang 2026 Siapkan 3 Program, Ini Syarat Pendaftarannya

Kelas Pelatihan Gratis BLK Subang 2026 Siapkan 3 Program, Ini Syarat Pendaftarannya

Lifestyle2 jam lalu
Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening, Gelontorkan Anggaran Rp 1,28 Triliun

Pemerintah Siapkan Program Satu Orang Satu Rekening, Gelontorkan Anggaran Rp 1,28 Triliun

Nasional2 jam lalu