Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Lokasi Tenggelam Empat Balita Jauh dari Pemukiman

H
HubaEditor: Huba
|08:10 WIB
Bagikan:
Lokasi Tenggelam Empat Balita Jauh dari Pemukiman
LOKASI TENGGELAM: Tempat kejadian tenggelamnya empat balita yang terjadi di Dusun Pangkalan, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang pada Rabu (31/7).

SUBANG-Tim Pasundan Ekspres bersama warga setempat menelusuri tempat kejadian tenggelamnya empat balita yang terjadi di Dusun Pangkalan, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang pada Rabu, (31/7). 

Perjalanan menuju lokasi kejadian memakan waktu yang cukup lama, dengan jarak sekitar 400 meter dari pemukiman warga yang harus ditempuh menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan, tim melewati berbagai kebun dan persawahan. Setelah sampai di lokasi, terlihat bahwa akses menuju sungai cukup sulit bagi anak-anak seusia 2-5 tahun. 

Ada tangga yang sangat tinggi yang harus dilalui, serta selokan selebar lebih dari 30 cm yang kemungkinan besar harus mereka lewati sebelum mencapai sungai.

Di lokasi kejadian, kondisi air sungai terlihat tenang dengan bebatuan dan air yang jernih. Namun, di tengah sungai terdapat kubangan berdiameter sekitar 2 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 meter yang penuh terisi air. Kubangan inilah yang diduga menjadi tempat tenggelamnya keempat balita tersebut.

Kepala Dusun A. Saepul Hidayat menjelaskan, tenggelamnya anak-anak tersebut diketahui setelah orang tua mereka merasa kehilangan dan mulai mencarinya. 

"Orang tua merasa kehilangan anak-anak mereka dan segera mencarinya. Seorang warga yang sedang mencari rumput sempat melihat anak-anak tersebut dan menyuruh mereka pulang karena sudah siang dan cuaca panas," ucapnya kepada Tim Pasundan Ekspres pada Kamis (1/8).

Ibu dari empat balita tersebut bersama nenek mereka kemudian mulai mencari ke tempat-tempat biasa anak-anak bermain, seperti madrash dan tempat lainnya. Setelah pencarian yang cukup lama, mereka mulai meminta bantuan dari warga setempat. 

Akhirnya, warga menemukan empat balita tersebut di Sungai Cipabeulah, dua di antaranya dalam kondisi terapung dan dua lainnya masih berada di dalam air.

Evakuasi dilakukan oleh warga setelah mendengar laporan dari ibu anak-anak tersebut. Iyep, seorang warga, bersama Deden dan beberapa warga lainnya segera melakukan tindakan penyelamatan.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Subang1 jam lalu
Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Subang1 jam lalu
Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Karawang2 jam lalu
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional4 jam lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle5 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle5 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle6 jam lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional6 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline6 jam lalu