Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menyelamatkan Warisan Dunia, Haji Jalal Dukung Suara Akademisi dan Masyarakat Adat Raja Ampat

H
HubaEditor: Huba
|09:11 WIB
Bagikan:
Menyelamatkan Warisan Dunia, Haji Jalal Dukung Suara Akademisi dan Masyarakat Adat Raja Ampat
DUKUNG SUARA. TANGGAPI SERIUS. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Komisi XII, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., mendukung suara akademisi maritim Marcellus Hakeng Jayawibawa terkait dampak ekologis dari tambang di Raja Ampat.

Kekhawatiran terhadap nasib Raja Ampat sebagai kawasan konservasi laut paling kaya di dunia kembali mencuat, seiring meluasnya aktivitas pertambangan nikel di beberapa pulau kunci. 

Menyikapi hal ini, akademisi maritim Marcellus Hakeng Jayawibawa mengingatkan bahwa dampak ekologis dari tambang bukan hanya mengancam alam setempat, tetapi juga reputasi Indonesia di mata dunia. 

Raja Ampat bisa kehilangan statusnya sebagai geopark dunia jika kerusakan terus berlanjut, dan itu berarti kehilangan kehormatan sebagai bangsa yang dipercaya menjaga warisan umat manusia.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Komisi XII, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., menanggapi serius peringatan tersebut. Menurutnya, suara akademisi dan masyarakat adat harus menjadi rujukan utama dalam perumusan dan evaluasi kebijakan tambang. 

“Ketika suara rakyat bersatu dengan suara ilmu pengetahuan, maka negara wajib mendengarkan,” kata Haji Jalal saat dikonfirmasi, Ahad (8/6).

Haji Jalal menilai, eksploitasi sumber daya alam harus disertai tanggung jawab ekologis dan moral. Terlebih di kawasan seperti Raja Ampat, yang tak hanya menyimpan cadangan mineral, tetapi juga nilai-nilai kebudayaan dan spiritual masyarakat setempat. 

“Ini bukan hanya soal tanah dan batu, tapi tentang identitas dan amanah kita sebagai bangsa,” ujarnya menegaskan.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi terhadap seluruh izin usaha pertambangan di wilayah tersebut, serta audit menyeluruh terhadap dampak lingkungan dan sosial. 

Haji Jalal mendesak agar pemerintah membuka ruang dialog lebih luas bagi masyarakat adat, akademisi, dan aktivis lingkungan, agar arah pembangunan benar-benar berpihak pada keberlanjutan.

Tak lupa, ia menyampaikan penghormatan kepada para pemuda dan aktivis yang terus menyuarakan perlindungan Raja Ampat dengan cara damai. 

“Mereka bukan pengganggu, mereka penjaga. Apa yang mereka lakukan adalah bentuk cinta terhadap tanah air yang otentik,” ucapnya.

Haji Jalal menyerukan agar investasi di sektor energi dan mineral ke depan tidak lagi bertumpu pada narasi pertumbuhan semata, melainkan juga pada keberlangsungan hidup.

"Indonesia bisa jadi kekuatan ekonomi hijau dunia. Tapi langkah ke sana hanya mungkin kalau kita mulai dari satu kata: lindungi,” kata Haji Jalal.(add)

Berita Terbaru

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Nasional22 menit lalu
Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Subang25 menit lalu
Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Olahraga55 menit lalu
Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Nasional1 jam lalu
Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Nasional1 jam lalu
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Nasional2 jam lalu
Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Lifestyle2 jam lalu
Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Subang3 jam lalu
Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Nasional3 jam lalu