Mojang Jajaka Subang Bawa Misi Promosikan Wisata dan Gerakkan Ekonomi

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang tidak sekadar membidik prestasi dalam ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Dua perwakilan terbaik daerah dipersiapkan membawa misi lebih besar, yakni memperkenalkan potensi budaya, desa wisata, destinasi unggulan dan ekonomi kreatif Subang untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, persiapan dua putra-putri terbaik daerah, yakni Mojang Jajaka Subang Naura Aisya S. (Mojang) dan M. Fachri Indarto (Jajaka), terus dimatangkan menjelang ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Disparpora Kabupaten Subang, Agus Muslim, mengatakan, kedua finalis tersebut telah menjalani persiapan selama kurang lebih tiga bulan. Persiapan dilakukan untuk memastikan perwakilan Subang memiliki kemampuan dan kesiapan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Menurutnya, rangkaian ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 akan berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Trans Studio dan Maranatha Grand. Para finalis tidak hanya dinilai pada acara puncak, tetapi juga harus mengikuti berbagai tahapan kegiatan yang menjadi bagian dari proses penilaian.
“Perjalanan Mojang Jajaka ini panjang. Banyak sekali kegiatan yang harus diikuti. Kami sudah melakukan persiapan sekitar tiga bulan sampai sekarang, termasuk mengasah skill dan mempersiapkan berbagai materi yang akan ditampilkan,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu aspek penting yang dipersiapkan adalah kemampuan finalis dalam memperkenalkan identitas Kabupaten Subang. Para finalis diharapkan mampu membawa sekaligus mempromosikan budaya, adat istiadat, ekonomi kreatif, desa wisata hingga destinasi wisata unggulan yang dimiliki Subang.
Agus menilai, kemampuan tersebut penting karena Mojang Jajaka tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu sarana promosi potensi daerah di tingkat Jawa Barat.
“Tujuan kita bukan hanya mengikuti kompetisi. Kita ingin bagaimana destinasi wisata dan desa wisata di Subang semakin dikenal. Ketika wisatawan datang, mereka makan di sini, menginap di sini, berbelanja di sini, sehingga ekonomi kerakyatan ikut bergerak dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah,” jelasnya.
Menurut Agus, semakin banyak wisatawan yang mengenal dan berkunjung ke Subang, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. Dampaknya tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga pelaku usaha kuliner, penginapan, transportasi, UMKM dan sektor ekonomi kreatif lainnya.
Karena itu, keberadaan Mojang Jajaka diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi pariwisata sekaligus memperluas jejaring ekonomi kreatif Subang.
Di sisi lain, dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Mojang Jajaka Subang. Sistem penilaian dalam ajang tersebut salah satunya melibatkan voting masyarakat. Karena itu, Disparpora mengajak seluruh masyarakat, perangkat daerah serta berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada perwakilan Subang.
“Kami dari Disparpora atas nama Pemerintah Kabupaten Subang akan mendukung penuh perjalanan Mojang Jajaka ini. Apapun kebutuhannya akan kami support semaksimal mungkin. Terlepas nanti hasilnya seperti apa, yang terpenting kami sudah berusaha sebaik mungkin,” katanya.
Optimisme untuk kembali meraih prestasi di tingkat Jawa Barat juga cukup tinggi. Agus menyebut, prestasi yang diraih Subang pada tahun sebelumnya menjadi motivasi tersendiri bagi jajaran Disparpora dan para finalis.
Ia berharap prestasi tersebut dapat kembali ditorehkan oleh perwakilan Subang pada ajang Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Namun, terlepas dari hasil kompetisi, pengalaman dan eksposur yang diperoleh kedua finalis diharapkan tetap memberikan manfaat bagi promosi daerah.
Agus pun mengajak seluruh masyarakat Subang untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan kepada Naura Aisya S. dan M. Fachri Indarto yang akan membawa nama daerah ke tingkat Jawa Barat.
Dengan persiapan yang telah dilakukan selama tiga bulan, dukungan masyarakat serta kekuatan promosi potensi budaya dan pariwisata, Pemkab Subang optimistis kedua finalis mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa lebih banyak perhatian terhadap potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah. (znl/ysp)
