Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Panen Perdana Ikan Nila Bioflok di Subang, Kampung Ikan Damandiri Siap Jadi Sentra Perikanan Modern

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:20 WIB
Bagikan:
Panen Perdana Ikan Nila Bioflok di Subang, Kampung Ikan Damandiri Siap Jadi Sentra Perikanan Modern
PANEN PERDANA: Pengurus Yayasan Damandiri meninjau kolam ikan bioflok di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe pada Rabu (6/5/2026). Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Suasana bahagia terlihat di Kampung Ikan Damandiri yang berada di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, saat digelarnya panen perdana ikan nila hasil budidaya sistem bioflok pada Rabu (6/5/2026).

Program yang digagas Yayasan Damandiri tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata dan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa berbasis sektor perikanan modern.

Panen perdana ini menjadi momentum penting bagi pengembangan kawasan Kampung Ikan Damandiri yang dibangun sebagai pusat perikanan terpadu dari hulu hingga hilir. Selain menjadi sentra budidaya ikan, kawasan ini juga diarahkan sebagai pusat pelatihan, pengolahan hasil perikanan, hingga destinasi edukasi bagi masyarakat.

Kampung Ikan Damandiri Mampu Hasilkan 350 Kilogram Ikan Nila Berkualitas

Pengelola Kampung Ikan Damandiri, Dian Kustiadi, mengatakan pada tahap awal ini terdapat 24 kolam bioflok yang siap dipanen setiap bulan. Setiap kolam mampu menghasilkan rata-rata minimal 350 kilogram ikan nila berkualitas tinggi.

“Panen perdana ini ada 24 kolam yang siap dikuras. Minimal hasil panennya sekitar 350 kilogram per kolam setiap bulan,” ujarnya.

Menurut Dian, sistem bioflok yang diterapkan di Kampung Ikan Damandiri memiliki banyak keunggulan dibanding metode budidaya konvensional. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi nutrisi alami, sehingga penggunaan pakan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu, ikan yang dihasilkan juga memiliki kualitas lebih baik karena tidak berbau tanah seperti budidaya biasa. Ikan nila yang dipanen rata-rata memiliki bobot antara 300 hingga 500 gram per ekor.

“Teknologi bioflok ini sangat efektif karena limbah diolah kembali menjadi nutrisi. Jadi pakan lebih hemat dan kualitas ikan lebih bagus,” jelasnya.

Ketua Yayasan Damandiri, Sugiono, menyampaikan optimismenya terhadap potensi besar sektor perikanan di Kabupaten Subang.

Menurutnya, wilayah Subang memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan secara modern.

“Subang itu merupakan daerah yang memiliki banyak ikan, dan sistem bioflok ini lebih menarik karena bisa menghemat ruang,” katanya.

Ia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan pasar ikan nasional, terutama sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan protein dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

“Kebutuhan pasar terus meningkat, terlebih karena adanya program Makan Bergizi Gratis. Maka keberadaan Damandiri diharapkan bisa memenuhi pasar tersebut dan menjadi peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha budidaya ikan nila dengan sistem bioflok ini,” tambahnya.

Kawasan Kampung Ikan Damandiri sendiri dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,3 hektare. Tidak hanya fokus pada budidaya ikan, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas training center untuk pelatihan masyarakat, unit produksi pakan mandiri, hingga area pengolahan hasil panen.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi juga mampu mengembangkan produk olahan bernilai tambah. Saat ini, warga mulai memproduksi berbagai olahan ikan nila seperti ikan nila asap, abon nila, hingga nila bumbu kuning.

Program ini pun mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi pekerja di kawasan budidaya, warga juga mulai terlibat dalam sektor pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan wisata edukasi.

Eno Sigit mengatakan, Kampung Ikan Damandiri perlahan tumbuh menjadi simbol pemberdayaan desa berbasis teknologi dan semangat gotong royong.

“Ini bukan hanya tentang budidaya ikan, tetapi bagaimana desa bisa tumbuh mandiri melalui teknologi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, kawasan tersebut juga dipersiapkan menjadi destinasi edu-wisata. Masyarakat umum nantinya dapat belajar langsung mengenai sistem budidaya ikan modern, bioflok, hingga aquaponik di tengah suasana alam pegunungan yang sejuk.

Konsep edu-wisata tersebut dinilai mampu menambah daya tarik kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi tambahan bagi warga desa, mulai dari sektor kuliner, UMKM, hingga jasa wisata.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, menyambut baik keberadaan Kampung Ikan Damandiri di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi warga desa.

Ia berharap program ini terus berkembang dan mampu menjadi contoh pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan pusat ekonomi baru di wilayah pedesaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional, khususnya sumber protein hewani, keberadaan Kampung Ikan Damandiri di Subang diharapkan mampu menjadi salah satu model pengembangan ekonomi desa yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline7 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu