Pembangunan 175 Koperasi Merah Putih Ditargetkan Rampung Agustus 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Subang begitu masif. Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, menyampaikan, target penyelesaian ratusan titik koperasi dipastikan rampung pada Agustus 2026.
Hal itu disampaikan dalam podcast Bincang-bincang Pasundan pada Selasa (5/5/2026). Ia menjelaskan, dari total sekitar 175 titik yang direncanakan, sebanyak 150 titik di antaranya telah selesai dibangun.
“Sekitar 150-an itu harus selesai dan Alhamdulillah sudah selesai. Insyaallah di bulan Agustus nanti sudah 100 persen semuanya rampung,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini proses pembangunan tinggal menyelesaikan beberapa tahapan akhir, termasuk perizinan. Pemerintah daerah pun disebut turut membantu dalam penyediaan lahan serta penentuan titik pembangunan koperasi.
“Alhamdulillah pemerintah membantu dalam pencarian lahan dan titik, sehingga nanti pada saat peresmian oleh Bapak Presiden, kita sudah siap mendukung kegiatan tersebut,” katanya.
Ia optimistis target penyelesaian pada Agustus dapat tercapai tanpa kendala berarti. Hal ini sejalan dengan rencana peluncuran program secara nasional oleh Presiden RI.
Dalam perjalanannya, program Koperasi Merah Putih mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga masyarakat di tingkat desa. Antusiasme ini dinilai menjadi modal penting dalam menyukseskan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat Subang mendukung sekali, baik dari instansi pemerintah, warga, maupun pengurus. Kami terus memberikan arahan bahwa ini adalah program Koperasi Merah Putih dari Bapak Presiden untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Di Kabupaten Subang sendiri terdapat sekitar 253 desa. Ke depan, program ini direncanakan menyasar seluruh desa dengan konsep satu desa satu koperasi. Dengan demikian, seluruh wilayah diharapkan dapat merasakan manfaat ekonomi secara merata.
“Gambarannya ke depan satu desa satu koperasi, sehingga semuanya berproses. Dari fasilitas juga sudah didukung sehingga saat launching nanti bisa langsung operasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, koperasi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Fasilitas yang disiapkan meliputi gudang penyimpanan, tempat penjualan hasil bumi, hingga sarana pendukung lainnya.
“Nanti di sana ada gudang, tempat jual beli hasil pertanian, bahkan produk seperti pupuk dan beras bisa dikelola dan dijual melalui koperasi,” katanya.
Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar, termasuk mendukung program strategis lain seperti penyediaan bahan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dandim menegaskan, pihaknya tidak hanya mengawal pembangunan fisik, tetapi juga akan terus mendampingi hingga koperasi benar-benar berjalan optimal.
“Kami akan terus mendampingi sampai koperasi ini berjalan. Pengawasan tetap dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih Tingkatkan Perputaran Ekonomi
Ia berharap, dengan hadirnya Koperasi Merah Putih di setiap desa, perputaran ekonomi di tingkat lokal semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terangkat secara signifikan.
“Harapannya tentu ekonomi desa bisa tumbuh. Dari hulu ke hilir jelas, mulai dari produksi, penyimpanan hingga distribusi bisa dikelola oleh masyarakat sendiri,” pungkasnya.(hdi/ysp)
