Pemkab Subang Siapkan Langkah Konkret Pasca Banjir Pantura, Perbaikan Tanggul Jadi Priprotas Utama

PASUNDANEKSPRES.ID - Pasca banjir Patura Subang menyisakan banyak perhatian, pemulihan terhadap insfrastruktur yang rusak seperti jalan dan tanggul yang jebol.
Pekerjaan rumah tersebut mengemuka dalam Rapat Tindak Lanjut Persiapan Penanganan Tanggul Jebol Dampak Banjir Pantura yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Setda Kabupaten Subang, pada Jum’at (20/02/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si hadir dalam kesempatan itu.
Rapat tersebut membahas langkah percepatan penanganan tanggul-tanggul yang jebol akibat banjir di wilayah Pantura, serta koordinasi lintas perangkat daerah dalam upaya pemulihan pasca bencana.
Di kesempatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Subang, H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa langkah konkret penanganan tanggul segera dipastikan berjalan.
Ia juga menjelaskan bahwa pemanfaatan donasi dari Raffi Ahmad akan difokuskan untuk mendukung penanganan pasca banjir, khususnya pada perbaikan infrastruktur yang terdampak.
Dalam paparannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Kang Asep Nuroni menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran di lapangan, khususnya dalam penanganan banjir yang terjadi pada pertengahan Januari hingga Februari.
Ia menegaskan bahwa meskipun banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat, jalan rusak berlubang dan tanggul jebol perlu perbaikan.
Kang Asep Nuroni menjelaskan bahwa fokus penanganan tanggul dilakukan pasca pencabutan status tanggap darurat pada tanggal 6 Februari lalu.
Setelah memasuki fase pemulihan, perhatian diarahkan khususnya pada perbaikan infrastruktur yang terdampak. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, melalui forum rapat tersebut dilakukan tindak lanjut konkret untuk mempercepat proses pemulihan.
Adapun fokus pembahasan dalam rapat meliputi akselerasi penanganan fisik, terutama pada titik-titik rawan di sepanjang jalur sungai Cipunagara dan Ciasem.
Percepatan penanganan tanggul jebol menjadi prioritas utama mengingat dampaknya yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas warga di wilayah terdampak.(dan/ysp)
