Pemuda Tenjolaya Bangun TPS Swadaya, Jadi Pelopor Gerakan Peduli Sampah di Subang Selatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah persoalan menumpuknya sampah dan terbatasnya fasilitas pengolahan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, sekelompok pemuda di Kampung Tenjolaya, Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.
Gerakan tersebut hadir melalui komunitas Hippata Peduli Sampah (COPHPAS) yang digagas oleh Himpunan Pemuda, Pelajar, Santri, dan Mahasiswa Tenjolaya (HIPPATA). Komunitas ini aktif mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri.
Inisiatif tersebut muncul di tengah kondisi pengelolaan sampah yang masih menjadi perhatian masyarakat, salah satunya setelah penutupan TPS Camperenik di wilayah Jalancagak beberapa waktu lalu yang sempat membuat warga Kasomalang dan Jalancagak kesulitan mencari lokasi pembuangan sampah.
Ketua HIPPATA, Dedi Supriadi, menjelaskan bahwa gerakan CHOPPAS lahir dari kesadaran para pemuda akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Awalnya kami melihat kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama. Dari situ muncul kesadaran untuk bergerak dan mengajak anggota HIPPATA serta masyarakat melakukan aksi nyata dalam pengelolaan sampah,” ucapnya kepada Pasundan Ekspres pada Kamis (4/6/2026).
Komunitas yang baru berdiri sekitar satu bulan tersebut rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih kampung sebanyak dua kali dalam seminggu. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah dan diolah di TPS COPHPAS yang dibangun secara swadaya.
Menurut Dedi, pembangunan TPS beserta tungku pengolahan sampah dilakukan melalui gotong royong dan dukungan masyarakat serta anggota Karang Taruna setempat.
“Semua fasilitas yang ada saat ini dibangun dari swadaya masyarakat dan teman-teman Karang Taruna. Kami berusaha memaksimalkan apa yang ada untuk kepentingan bersama,” katanya.
Meski demikian, Dedi mengakui pihaknya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama dalam hal armada pengangkut sampah. Hingga saat ini, kegiatan pengangkutan masih mengandalkan kendaraan milik para anggota Karang Taruna.
“Kami masih kekurangan armada operasional. Saat ini pengangkutan sampah dilakukan menggunakan kendaraan milik anggota secara bergantian,” ungkapnya.
Melalui gerakan tersebut, Dedi berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Warga Tenjolaya Ingin Wujudkan Kampung Bersih, Sehat, dan Indah
“Harapan kami, gerakan ini bisa menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, terutama generasi muda. Dengan kebersamaan, kami ingin mewujudkan Kampung Tenjolaya yang bersih, sehat, dan indah,” pungkasnya.
Aksi nyata pemuda Kampung Tenjolaya, Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Melalui komunitas COPHPAS, mereka rutin membersihkan lingkungan dan mengolah sampah secara swadaya demi menciptakan kampung yang bersih, sehat, dan asri.(hdi/ysp)
