Penemuan Mayat Bayi Laki-laki di Subang, Polisi Selidiki Jasad yang Terkubur di Pekarangan Rumah

SUBANG – Penemuan mayat bayi laki-laki di Subang menggegerkan warga Dusun Rancadaka, RT 010/RW 003, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Senin (13/7/2026). Jasad bayi ditemukan terkubur di pekarangan rumah warga dalam kondisi telah membusuk, tanpa pakaian, dengan tali pusar yang masih menempel di tubuhnya. Polisi kini masih menyelidiki penyebab pasti kematian bayi tersebut.
Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdijachlan, mengatakan penemuan itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jasad bayi dikuburkan di dalam tanah dengan kedalaman yang sangat dangkal sehingga sebagian anggota tubuhnya terlihat dari permukaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jasad bayi dikuburkan di dalam tanah dengan kedalaman yang sangat dangkal sehingga sebagian anggota tubuhnya terlihat dari permukaan,” ujarnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Senin (13/7/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ato Saputro. Saat hendak buang air kecil di samping rumah, ia mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat berkerumun di sekitar lokasi.
Ketika didekati, Ato melihat kedua kaki bayi mencuat dari dalam tanah. Karena curiga, ia kemudian menggali tanah tersebut dan menemukan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Ketua RT setempat, yang kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Rancadaka untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Pusakanagara bersama Unit Reserse Kriminal segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jasad bayi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Penemuan Mayat Bayi Laki-laki di Subang
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga jasad bayi tersebut dikuburkan oleh ibu kandungnya yang berinisial J, seorang perempuan warga setempat.
Menurut keterangan awal yang diperoleh penyidik, J mengaku melahirkan seorang diri di kamar tidurnya pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menyatakan bayi yang dilahirkannya sudah dalam kondisi tidak bernapas dan tidak menangis.
“Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, J mengaku melahirkan seorang diri di kamar tidurnya pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB. Ia menyatakan bayi yang dilahirkannya sudah dalam kondisi tidak bernapas dan tidak menangis,” kata Jusdijachlan.
Polisi menyebut, karena panik, takut diketahui keluarga, serta merasa malu kepada lingkungan sekitar, J diduga menguburkan jasad bayi tersebut pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB. Ia diduga menggali tanah menggunakan pecahan genting sebelum menguburkan bayi itu seorang diri.
Sejumlah saksi, di antaranya Ketua RT setempat dan Bhabinkamtibmas Desa Rancadaka, telah dimintai keterangan guna melengkapi proses penyelidikan.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian bayi tersebut. Jenazah bayi telah dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebagai bagian dari proses penyidikan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar kooperatif membantu proses penyelidikan.(cdp/ysp).
