Penguatan Pendidikan Karakter Panca Waluya, SMAN 1 Sukatani Pertegas Pembentukan Karakter Cageur, Bageur Bener, Pinter tur Singer

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki komitmen kuat dalam menerapkan program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya secara masif di seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya.
Program yang berakar dari nilai-nilai luhur budaya Sunda ini ditargetkan sudah dapat diimplementasikan secara menyeluruh di semua sekolah.
Gapura Panca Waluya merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Jabar untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Program ini berlandaskan pada lima nilai utama budaya Sunda. Kelimanya adalah Cageur, Bageur Bener, Pinter dan Singer.
Cageur berarti sehat jasmani dan rohani. Bageur artinya bermoral baik, santun, dan memiliki etika yang tinggi. Adapun Bener adalah jujur, lurus, dan berintegritas.
Selanjutnya Pinter merupakan cerdas, kritis, dan memiliki wawasan luas. Terakhir tapi tak kalah penting adalah Singer, yakni gesit, tanggap, kreatif, dan terampil dalam menghadapi persoalan.
Disdik Jabar menekankan bahwa Panca Waluya adalah sebuah proses pembentukan karakter yang utuh, menyentuh aspek jasmani, rohani, dan sosial.
Target penerapan masif ini bertujuan untuk mewujudkan Generasi Jabar Istimewa yang benar-benar Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Salah satu SMA di Purwakarta, yaitu SMAN 1 Sukatani secara faktual sudah melaksanakan program-program di sekolah yang mengarah pada pembentukan karakter panca waluya.
Di antaranya, senam bersama setiap minggu keempat di setiap bulannya dan berencana menggelar donor darah bulan depan. Dua kegiatan ini merupakan implementasi dari Cageur.
Selanjutnya, Bageur, yakni melalui kegiatan peduli teman berbentuk infak dan sedekah untuk yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali setiap minggunya, yakni pada Senin dan Jumat.
Adapun implementasi Bener, yaitu pembiasaan positif seperti sambut siswa, mengaji, menyanyikan Indonesia raya setiap pagi sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Sementara Pinter, yaitu berupa Juara Debat Bahasa Indonesia Tingkat Kabupaten Purwakarta.
Untuk implementasi Singer dengan menghasilkan juara seperti pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi.
Adapula keikutsertaan para siswa dalam pasanggiri Mojang Jajaka Purwakarta serta terdapat juga Sanggar Membatik yang menjadi pusat kegiatan kreatif yang ada di SMAN 1 Sukatani.
Yang istimewa, SMAN 1 Sukatani juga telah melaksanakan penguatan pendidikan karakter pancawaluya melalui kegiatan in house training yang digelar selama dua hari, yakni pada Kamis (20/11/2025) hingga Jumat (21/11/2025).
Tema kegiatan ini adalah “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Mewujudkan Gapura Panca Waluya”.
Adapun narasumber yang dihadirkan yaitu Dosen Universitas Buana Perjuangan Karawang Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn., dan Yuwita Rianawati, S.Si., M.Pd., yang merupakan pengawas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV.
Keduanya memberikan materi penguatan pendidikan karakter pancawaluya sehingga membuat seluruh peserta terbekali materi yang membuat mereka siap membangun dan mengembangkan pendidikan karakter pancawaluya di SMAN 1 Sukatani.
Selain itu, hadir pula Pengawas Pembina SMAN 1 Sukatani, Dra. Hj. Ety Sukaetini, M.Pd. Dalam paparannya, Ety mengatakan, Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu fondasi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.
"Program ini bukan sekadar tambahan, melainkan inti dari upaya membentuk peserta didik yang utuh, seimbang antara kecerdasan akademis dan kematangan karakter," kata Ety.
Senada, Kepala SMAN 1 Sukatani, Mega Indriasari, M.Pd., berharap Program Pendidikan Karakter Gapura Panca Waluya menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kematangan moral, sosial, dan fisik.
"Secara garis besar, hasil yang diharapkan dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek utama, ketiganya adalah karakter individu, kualitas akademik, dan kontribusi sosial," ujar Mega.
"Melalui in house training ini diharapkan muncul ide dan inovasi program baru yang tentunya melalui peran dan motivasi dari para narasumber hebat yang hadir," ucap Mega menutup.(add)
