Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ragam Cara Tekan Harga Beras, Pj Bupati Dorong BUMDes dan BUMD Bisnis Pertanian

H
HubaEditor: Yusup Suparman
|08:09 WIB
Bagikan:
Ragam Cara Tekan Harga Beras, Pj Bupati Dorong BUMDes dan BUMD Bisnis Pertanian
MENINJAU: Pj Bupati Subang, Dr. Imran saat meninjau pasar tradisional untuk melihat harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan.CINDY DESITA PUTRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Harga beras di pasaran saat ini sedang melambung tinggi hingga mencapai Rp15.000 per kilogram. Dampak tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Subang. 

Kenaikan harga beras ini mendapat atensi dari Penjabat Bupati Subang, Dr Imran. Dia turun langsung ke pasar Terminal dan Pasar Pujasera Subang untuk melihat harga kebutuhan pokok yang saat ini mengalami kenaikan. 

Di Pasar Terminal, Imran menemui pedagang beras, sayur, daging, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Sedangkan di Pasar Pujasera Imran kembali mendatangi pedagang beras untuk memastikan harga beras di pasaran. 

Pada peninjauan tersebut, Imran menyatakan isu kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok ternyata tidak terjadi, namun khusus untuk beras memang terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan.  

Terkait kenaikan harga beras yang cukup tinggi, Imran mengajak semua pihak untuk mengevaluasi manajemen produksi beras yang ada di Kabupaten Subang. Menurutnya, Kabupaten Subang sebagai lumbung padi ketiga asional tidak kekurangan stok beras. 

"Yang lebih penting lagi manajemen produksinya itu bagaimana. Bagaimana hasil pertanian bisa disimpan di tingkat daerah. Ini ada masalah, karena di pasar Subang tidak ada beras produk asli Subang. Mungkin kita jual padi tapi beli beras," ujarnya. 

Dia mendorong BUMDes yang ada di desa dan BUMD Kabupaten Subang untuk menjalankan bisnis pertanian agar harga beras di Kabupaten Subang dapat dikendalikan. 

"Seharusnya kita mulai kelola dari tingkat desa mulai lumbung pangan, manfaatkan Bumdes, dan BUMD sudah saya instruksikan untuk berbisnis di bidang pertanian agar kondisi seperti saat ini tidak terjadi," ujarnya.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline7 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu