Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Polemik Lagu Karya Bupati Purwakarta, Kakang Prabu: Karya Seni Jangan Dibatasi

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|09:23 WIB
Bagikan:
Polemik Lagu Karya Bupati Purwakarta, Kakang Prabu: Karya Seni Jangan Dibatasi
TAK BOLEH DIBATASI: Tokoh yang juga Budayawan Sunda, Ramlan Samsuri, akrab disapa Kakang Prabu, turut menanggapi polemik lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.  Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA - Tokoh yang juga Budayawan Sunda, Ramlan Samsuri, akrab disapa Kakang Prabu, turut menanggapi polemik lagu karya Bupati Purwakarta "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" karya Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Dengan tegas ia menyebutkan bahwa karya seni tidak boleh dibatasi. Saat membuat puisi yang kemudian dijadikan lirik lagu, Om Zein, panggilan akrab bupati, adalah Om Zein sebagai seorang seniman.

"Om Zein, dengan pengalamannya di masa muda yang penuh dinamika menuangkannya ke dalam sebuah puisi. Dalam perenungannya, ia bersyukur menjadi seorang laki-laki, karena apabila saat itu ia seorang perempuan maka berbagai hal bisa terjadi," kata Kakang Prabu saat ditemui di kediamannya di Purwakarta, Jumat (3/7/2026).

Kakang Prabu yang juga dikenal sebagai perwakilan Lembaga Dinasti Kaluhuran Galuh Pakuan Pajajaran ini menyebutkan bahwa "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga Om Zein bebas mencurahkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya.

"Ini menunjukkan beliau apa adanya, dengan segala kekurangannya. Jangan lupa, manusia tidak ada yang sempurna begitupula Om Zein," ujar Kakang Prabu menambahkan.

Meski demikian, Kakang Prabu memahami benar Om Zein sebagai seorang pemimpin daerah menjadi sorotan masyarakat, tak sedikit yang menggoreng polemik ini. Bahkan, tak menutup kemungkinan ada yang ingin menjatuhkannya.

"Saya sangat mengapresiasi Om Zein yang dengan legawa menyampaikan permohonan maaf meski menurut saya hal itu tak perlu dilakukan. Saya juga berpendapat bahwa karya beliau yang ada di berbagai platform tidak perlu ditarik peredarannya," ujar Kakang Prabu yang juga dikenal sebagai Dewan Kehormatan DPP LSM GMBI ini.

Kalau pun benar karya itu dianggap merendahkan, lanjut Kakang Prabu, bahkan ada yang lebih mengerikan, yakni lagu berjudul "Runtah" karya seorang seniman ternama yang juga merendahkan sosok perempuan.

"Kembali lagi, seorang seniman bebas dalam menuangkan buah karyanya dan akan menjadi suatu karya yang alamiah. Banyak karya seni lukis maupun patung yang vulgar, tapi kembali lagi, itu adalah suatu karya seni. Sebenarnya kembali ke diri kita masing-masing dalam melihat dengan sikap dewasa arif dan bijaksana," ucapnya.

Disinggung tentang sikap atau langkah terbaik apa yang dapat dilakukan Om Zein dalam menghadapi kritik masyarakat yang bertubi-tubi, Kakang Prabu berharap Om Zein tetap tenang, tidak terpancing atau pun merasa bersalah.

"Om Zein cukup membalas kritikan itu melalui karya lainnya. Di antaranya tetap bekerja profesional dalam membangun Kabupaten Purwakarta. Tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan selalu mendengar keluh kesah warga yang membutuhkan," kata Kakang Prabu.(add/ysp)

Berita Terbaru

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Purwakarta9 menit lalu
Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Purwakarta11 menit lalu
Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Purwakarta14 menit lalu
Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Purwakarta16 menit lalu
ADVERTISEMENT
Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Subang18 menit lalu
Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Subang20 menit lalu
Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Subang26 menit lalu
Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Subang7 jam lalu
Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Headline7 jam lalu
Satpol PP Subang Dampingi KPPBC Purwakarta Sisir Peredaran Rokok Ilegal

Satpol PP Subang Dampingi KPPBC Purwakarta Sisir Peredaran Rokok Ilegal

Headline8 jam lalu