Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri Pejabat BKAD Purwakarta

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:56 WIB
Bagikan:
Polisi Dalami Dugaan Bunuh Diri Pejabat BKAD Purwakarta
Polisi tengah mendalami dugaan upaya bunuh diri pejabat BKAD Purwakarta.

PURWAKARTA - Polisi tengah mendalami dugaan upaya bunuh diri pejabat BKAD Purwakarta. Saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria inisial YS, ASN Kabupaten Purwakarta yang ditemukan tewas di rumahnya.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan bahwa penyidik telah menemukan adanya kesesuaian antara rangkaian peristiwa yang diduga terjadi dengan sejumlah fakta di lokasi kejadian. 

Akan tetapi, sambungnya, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari laboratorium forensik.

"Perkara ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik dan autopsi, namun, sementara ini sudah ada kesesuaian antara alur kejadian dengan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan," kata Made kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ia mengatakan, korban diduga sempat naik ke plafon rumah untuk percobaan bunuh diri dengan menggunakan kabel. Saat berada di atas plafon, kabel dilaporkan putus dan menyebabkan korban mengalami luka memar pada bagian kaki. 

Penyidik, lanjut Made, masih menunggu hasil pemeriksaan DNA dari sampel keringat yang ditemukan pada kabel maupun tubuh korban untuk memastikan keterkaitannya.

Selain itu, kata Made, penyidik juga mendalami dugaan adanya upaya bunuh diri dengan cara meminum cairan parfum. Dugaan tersebut muncul setelah tim forensik menemukan cairan parfum dalam jumlah cukup banyak di lambung korban. 

"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap cairan yang ditemukan di tubuh korban dan botol parfum yang diamankan dari lokasi kejadian," ujar Made.

Penyidik juga, sambungnya, mengungkap adanya dugaan percobaan bunuh diri lainnya dengan menggunakan senjata tajam yang diarahkan ke leher. 

"Dugaan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Meski demikian, dari hasil penyelidikan sementara diketahui penyebab kematian korban diduga akibat luka tusuk pada bagian ulu hati," ucapnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Purwakarta kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di rumah korban di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, beberapa waktu lalu. 

Proses tersebut melibatkan Tim Inafis Polda Jawa Barat dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk mengungkap penyebab pasti kematian Yogi Saleh.

YS, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada BKAD Purwakarta, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam. 

Korban pertama kali ditemukan setelah istrinya pulang menghadiri acara wisuda bersama anak dan mertuanya. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah sebagai dasar penentuan kesimpulan akhir penyelidikan.(add/ysp)

Berita Terbaru

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang13 menit lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang53 menit lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang1 jam lalu
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga2 jam lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang3 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional3 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional3 jam lalu
Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Subang3 jam lalu
Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah Terus Digencarkan, Raja Juli Tegaskan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Nasional3 jam lalu