Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Program Pengembangan Masyarakat Purna Pekerja Migran, Sekar Ajari Remaja Bahasa Asing dan Makrame Bernilai Ekonomis

D
Dadan RamdanEditor: Yusup Suparman
|08:28 WIB
Bagikan:
Program Pengembangan Masyarakat Purna Pekerja Migran, Sekar Ajari Remaja Bahasa Asing dan Makrame Bernilai Ekonomis
KETERAMPILAN: Desi Diana menunjukkan hasil produk Sekar Purnama Subang dan sejumlan anak remaja yang sedang berlatih keterampilan makrame berbahan tali dan serat daun nanas. Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres

Saat tiba di suatu tempat berlatih keterampilan, sejumlah remaja tengah serius merangkai tali sejenis tali pramuka, ada juga serat daun nanas Sementara seorang pemandu nampak memberi arahan tehnik membuat makrame.

Tempat yang saya datangi bersama rekan sejawat ternyata lokasi binaan Pertamina EP dengan nama program Sekar (Sekolah Kreatifitas Anak dan Remaja) sebuah program pengembangan masyarakat Purnama Subang (Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Menjaga Lingkungan Bersama).

Program tersebut digagas Pertamina dalam rangka pengembangan masyarakat purna migran dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya setelah tidak menjadi pekerja migran lagi.

Potensi itu dikembangkan menjadi sebuah skill untuk menghidupi dirinya dan keluarga serta masyarakat lingkungan sekitar.
Seperti Desi Diana bersama Sahmani menggagas tempat belajar bahasa asing dan keterampilan makrame di Desa Jatireja Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, yang menjadi tempat kunjungan agenda visit media bersama tim dari Pertamina EP Subang Filed, Kamis (4/9/2025).

Sekar Purnama Subang hadir untuk menjawab kebutuhan anak dan remaja, khususnya dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang seringkali memiliki keterbatasan akses terhadap ruang belajar kreatif yang nyaman di desanya.
Desi menyampaikan, awal ide menggagas balai latihan keterampilan bahasa dan makrame itu sejak tahun 2022, sesuai renstra perusahaan Pertamina. Tapi terlaksana pada awal tahun 2025. Untuk sekolah bahasa sudah ada dari tahun 2024 dan ikut pelatihan Makrame awal tahun 2025.

"Mulai kenal dengan orang pertamina sepulang dari Taiwan di awal tahun 2024, berawal dari bertemu dengan salah satu anggota Purnama Subang dan tertarik belajar membuat pot dari limbah Pampers dan bertemu Pak Wazirul Luthfi lalu diajak bergabung dengan program beliau, dan diarahkan masuk program Sekar," tuturnya.

Pengalaman selama 6 tahun bekerja di Taiwan, kemahiran berbahasa Mandarin menjadi modal utama mengajari anak desa dan di sekolah formal, pandai berbahasa Mandarin.

Selain mengajar di Sekar (Sekolah Kreatifitas Anak dan Remaja) Desi mengajar bahasa Mandarin di SMK YAPIM jumlah siswa 40 orang, yang belajar bahasa Mandarin kelas 10 dan 11 sedangkan bahasa inggris dan jepang totalnya ada 15, jumlah semua siswa yang belajar bahasa asing ada 55 orang.

"Ya harus telaten, meski anak remaja ini tidak sampai mahir, paling tidak saat minat bekerja ke Taiwan, sudah punya kemampuan berbahasa dan lolos seleksi saat di tampung di PJTKI," katanya.

Lain halnya dengan Sahmani yang pandai berbahasa Jepang, pengalaman selama bekerja di Jepang juga dijadikan modal untuk mengajari anak remaja berbahasa Jepang.

Menurut Sahmani, untuk sampai mahir berbahasa Jepang anak didik harus mampu membedakan huruf Kanji, Katakana dan Hiragana.

"Saya memfasilitasi warga yang mau kerja ke Jepang, kita latih dulu bahasa Jepang nya. Kemahiran berbahasa Jepang tergantung kecepatan penangkapan anak atau peserta didik, empat kali pertemuan sudah bisa mengenalkan diri. Paling tidak mereka punya dasar, mempermudah dan mempercepat adaptasi saat bekerja di Jepang atau saat training di PJTKI nya," ujar Sahmani.

Selain kemampunan bahasa asing di Sekar Purnama Subang Desa Jatireja Kecamatan Compreng itu, juga melatih anak remaja keterampilan Markrame berbahan dasar serat daun nanas dan tali.

"Untuk Makrame kami sudah melakukan pelatihan di kecamatan pada Kader Posyandu dan warga Compreng totalnya lebih dari 50 orang peserta didik," kata Desi melanjutkan.

Dari keterampilan itu hasil produksi Makrame yaitu berupa tas hp, dompet kecil, tas ukuran sedang, hiasan dinding, taplak meja, semuanya bernilai ekonomi tinggi.

Untuk yang tali biasa berkisar Rp 70-360 ribu, sementara yang berbahan serat daun nanas harganya cukup tinggi kisaran Rp 150 - 500 ribu.
"Jadi di Sekar kami ini, dua keterampilan bisa didapatkan, mahir berbahasa asing dan makrame bernilai ekonomi tinggi," tandasnya.

Head Of Comrel CID PT. Pertamina EP Zona 7 Regional 2 Jawa Wazirul Luthfi menyampaikan Sekar adalah program pengembangan dari Purnama Subang binaan Pertamina EP dengan tujuan menyediakan wadah pembelajaran non-formal untuk anak dan remaja. Mengembangkan keterampilan kreatif, sosial, dan literasi digital. Mendorong jiwa wirausaha dan kemandirian di kalangan generasi muda. Menciptakan generasi berdaya saing yang peduli sosial, lingkungan, dan teknologi.

"Kita terus mendorong dan memfasilitasi Sekar Purnama Subang ini, agar menjadi pusat belajar anak dan remaja dalam mengembangkan minat berbahasa asing dan keterampilam makrame, sehingga mereka memiliki skill untuk hidup dan berdaya saing secara mandiri," tuturnya.

Siska warga Desa Jatireja yang belajar keterampilan makrame di Sekar Purnama Subang,merasa senang bisa ikut pelatihan makrame ini, karena bisa menjadi bekal hidup mandiri di kemudian hari bila sudah mahir, bisa buka usaha sendiri dan menjual produknya sendiri.
"Kalau sudah mahir kan bisa buka usaha sendiri, bikin sendiri dan jual online juga bisa," harapnya.

Selain melatih bahasa asing dan makrame Sekar Purnama Subang Desa Jatireja Kecamatan Compreng juga melatih fotografi & videografi untuk memanfaatkan potensi digital. Literasi digital termasuk pembuatan konten kreatif. Pelatihan kewirausahaan untuk memulai usaha kecil sejak usia muda. Kegiatan sosial & lingkungan seperti daur ulang sampah.

Dari semua kegiatan pelatihan keterampilan itu, Sekar telah melibatkan 80 anak dan 18 remaja dari desa sekitar.

Menyelenggarakan 20 jenis pelatihan dengan output berupa produk kreatif dan wirausaha muda pemula. Beberapa produk sudah di pamerkan di bazar dan media sosial.

Dampak positif dari Sekar Purnama Subang ini yaitu peningkatan keterampilan dan rasa percaya diri anak-anak dan remaja. Terbukanya peluang usaha kecil dari produk kreatif yang dihasilkan. Penguatan karakter anak dan remaja dalam bekerja sama, memimpin, dan berinovasi. Meningkatnya kesadaran lingkungan melalui kegiatan daur ulang.

Sekar Purnama Subang juga memiliki rencana strategis ke depan yaitu membentuk Sekarpreneur, wadah wirausaha remaja berbasis digital. Meningkatkan akses pelatihan online agar menjangkau lebih banyak peserta. Menjalin kemitraan dengan UMKM dan sekolah untuk memperluas manfaat.(dan/ysp)

Berita Terbaru

Jadwal Persib Oktober 2026 Super Padat, 7 Laga dalam 20 Hari: Ini Prediksi Susunan Pemain Maung Bandung

Jadwal Persib Oktober 2026 Super Padat, 7 Laga dalam 20 Hari: Ini Prediksi Susunan Pemain Maung Bandung

Olahraga20 menit lalu
Daftar Kebakaran di Subang Selama September 2026, Karhutla Meluas hingga 29 Desa

Daftar Kebakaran di Subang Selama September 2026, Karhutla Meluas hingga 29 Desa

Subang1 jam lalu
Sambut HUT ke-81, KAI Gelar Promo Tiket Hanya Bayar 81 Persen

Sambut HUT ke-81, KAI Gelar Promo Tiket Hanya Bayar 81 Persen

Nasional1 jam lalu
Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

Nasional2 jam lalu
Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Purwakarta2 jam lalu
Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Purwakarta2 jam lalu
Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Subang2 jam lalu
DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

Purwakarta2 jam lalu
As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

Subang3 jam lalu