Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Rawan Kejahatan, Warga Minta Ada Pos Jaga Keamanan di Jalan Ciater-Bandung

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:30 WIB
Bagikan:
Rawan Kejahatan, Warga Minta Ada Pos Jaga Keamanan di Jalan Ciater-Bandung
GELAP: Kondisi Jalan Raya Ciater-Lembang saat malam hari kondisinya gelap pasca pembongkaran kios di sepanjang jalan.

SUBANG–Kondisi jalan Ciater–Lembang berbeda drastis pasca pembongkaran bangunan pedagang liar. Kini kondisinya gelap dan sepi. 

Jika sebelumnya jalur itu ramai dengan aktivitas pedagang dan pembeli, kini jalanan terlihat lengang, sepi, bahkan gelap gulita pada malam hari. 

Kondisi ini memunculkan rasa khawatir di kalangan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor yang kerap melintasi jalur tersebut.

Salah satu pengguna jalan, Ulul Fahmi Fauzy, mengungkapkan keresahannya. Ia menilai hilangnya aktivitas pedagang di sepanjang jalur Ciater–Lembang membuat pengendara kehilangan rasa aman, terlebih minimnya penerangan jalan.

“Saya tiap pulang ke Bandung, dan Bandung–Subang, jalan sekarang gelap gulita tidak ada penerangan sama sekali. Apalagi tidak ada bangunan pedagang yang biasanya memberi rasa aman bagi para pengendara, walaupun sudah ada PJU tapi tidak nyala, ” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (19/8/2025).

Menurut Ulul, kondisi ini berpotensi meningkatkan kerawanan tindak kriminal maupun kecelakaan lalu lintas. Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah bersama aparat keamanan menyediakan pos jaga di sepanjang jalur wisata tersebut.

“Pos jaga itu sangat penting. Kalau ada hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti kecelakaan atau tindak kriminal, kita bisa langsung melapor ke pos terdekat,” jelasnya.

Sebelumnya, keberadaan pedagang di jalur Ciater–Lembang tidak hanya memberi warna tersendiri bagi wisatawan, tetapi juga menciptakan kesan ramai sehingga pengendara merasa lebih aman. Namun, setelah penertiban bangunan liar dilakukan oleh pemerintah, suasana jalan berubah drastis menjadi sepi dan gelap.

Ulul menilai pemerintah daerah perlu berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, maupun dinas perhubungan untuk menempatkan pos pengamanan, terutama di titik-titik rawan. Selain itu, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi prioritas mendesak agar jalur tersebut tidak lagi gelap gulita.

“Kami berharap Pemprov Jabar dan Pemkab Subang tidak hanya menertibkan pedagang, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap keamanan jalan. PJU harus segera dipasang di sepanjang jalan, dan kalau bisa dibuat pos jaga di beberapa titik,” jelasnya.

“Kami ingin jalur Ciater–Lembang tetap jadi jalur wisata yang menyenangkan, bukan malah menakutkan,” tambah Ulul.

Warga lain menuturkan, kios-kios pedagang yang dulu berdiri di tepi jalan ibarat “penjaga alami” yang memberikan kenyamanan. Dengan adanya aktivitas manusia, pengendara tidak merasa sendirian di tengah perjalanan, apalagi di malam hari.

Kini, tanpa kios maupun penerangan jalan, suasana sepi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran tersendiri. “Kalau dulu ramai, sekarang kalau malam itu rasanya serem, karena kanan-kiri gelap, sepi, dan panjang jalannya. Jadi benar-benar butuh penerangan dan pos keamanan,” ungkap Beni, warga Ciater. 

Usulan warga terkait pos jaga di jalur Ciater–Lembang bukan tanpa alasan. Jalur tersebut merupakan salah satu jalur vital sekaligus destinasi wisata yang menghubungkan Kabupaten Subang dengan Bandung Barat. Tingginya mobilitas pengendara, baik warga lokal maupun wisatawan, menuntut adanya jaminan keamanan dan kenyamanan.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang2 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini2 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat4 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline5 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional6 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline7 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga7 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline8 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline8 jam lalu