Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Relokasi Dulu Baru Bongkar Kios Pedagang, Catatan Kritis NasDem untuk Pemprov Jabar

C
Cindy Desita Putri Editor: Yusup Suparman
|09:18 WIB
Bagikan:
Relokasi Dulu Baru Bongkar Kios Pedagang, Catatan Kritis NasDem untuk Pemprov Jabar
TURUN KE LAPANGAN: Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hafil Gaputra Sanjaya saat mengunjungi korban terdampak penggusuran kios di Ciater. Cindy Desita/Pasundan Ekspres

SUBANG-Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Subang, Hafil Gaputra Sanjaya menjadi anggota dewan pertama yang mengunjungi para korban penggusuran kios di kawasan Ciater, Rabu (13/8/2025). Kios-kios yang sebelumnya menjadi sumber mata pencaharian puluhan pedagang itu kini tinggal puing-puing bangunan.

Hafil datang untuk melihat langsung kondisi korban penggusuran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia mengaku ingin memastikan dampak yang dirasakan para pedagang sekaligus mencari tahu rencana relokasi yang akan disiapkan.

“Penggusuran ini sudah dieksekusi, dan lokasinya berada di wilayah Kabupaten Subang. Walaupun berada di jalan provinsi, seharusnya kami di DPRD diajak berdiskusi minimal untuk mengetahui dampaknya dan memberi penjelasan kepada masyarakat,” kata Hafil kepada awak media.

Hafil menjelaskan, dirinya tidak bisa hadir saat penggusuran berlangsung karena sedang mengikuti rapat kerja nasional di Makassar selama lima hari. 

Ia menyesalkan tidak adanya koordinasi atau undangan diskusi dari pihak provinsi kepada DPRD Subang terkait rencana penertiban tersebut.

Terkait langkah selanjutnya, Hafil menegaskan akan mendorong pemerintah daerah bersurat dan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk mempercepat pembangunan lokasi relokasi. 

“Yang diprioritaskan menempati lokasi baru harus para korban penggusuran, bukan orang lain. Relokasi ini harus dibangun secepatnya,” tegasnya.

Dari sisi kemanusiaan, Hafil menilai penggusuran yang dilakukan tanpa menyiapkan relokasi terlebih dahulu tidak layak. 

“Relokasi dibangun dulu, baru penggusuran dilakukan. Sekarang banyak pedagang kehilangan tempat tinggal dan penghasilan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan ketidakadilan perlakuan antara pedagang kecil dan pelaku usaha besar. 

“Kalau bicara legal atau ilegal masih bisa diperdebatkan. Tapi yang jelas, pedagang kecil hidup dari hasil dagang untuk menyekolahkan anak. Sementara ada pelaku usaha besar yang membangun di kawasan perkebunan, tapi tidak tersentuh penertiban,” ungkapnya, mencontohkan usaha D’Castello dan Astro.

Hafil menambahkan, meski dirinya bukan berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Subang yang meliputi wilayah Ciater, melainkan dari Dapil IV Pantura, ia tidak menutup mata terhadap penderitaan warga yang terdampak.(cdp/ysp)

Berita Terbaru

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Subang12 jam lalu
Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Subang12 jam lalu
Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Karawang12 jam lalu
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Nasional12 jam lalu
ADVERTISEMENT
PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional15 jam lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle15 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle15 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle16 jam lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional16 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline17 jam lalu