Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Respon Cepat Kepala Desa Kumpay, Sampah di Jalan Kumpay–Kasomalang Langsung Dibersihkan

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|12:17 WIB
Bagikan:
Respon Cepat Kepala Desa Kumpay, Sampah di Jalan Kumpay–Kasomalang Langsung Dibersihkan
Kepala Desa Kumpay, Asep Pulloh, turun langsung memimpin pembersihan sampah di sepanjang jalan Kumpay pada Minggu (26/7/2026).

SUBANG - Tumpukan sampah yang sempat mengotori ruas Jalan Kumpay–Kasomalang akhirnya langsung dibersihkan setelah mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Kumpay. Kepala Desa Kumpay, Asep Pulloh, turun langsung memimpin pembersihan sampah di sepanjang jalur tersebut pada Minggu (26/7/2026).

Aksi cepat itu dilakukan setelah muncul keluhan terkait banyaknya sampah yang berserakan di kiri dan kanan jalan. Kondisi tersebut sebelumnya mengganggu kenyamanan, menimbulkan kesan kumuh, dan dikhawatirkan berdampak pada kebersihan lingkungan.

Asep Pulloh mengatakan bahwa persoalan sampah di jalur Kumpay–Kasomalang tidak sepenuhnya berasal dari warga Desa Kumpay. Berdasarkan pengamatan di lapangan, banyak sampah yang dibuang oleh pengendara yang melintas, terutama saat berangkat bekerja pada pagi hari.

“Kebanyakan yang membuang sampah di jalan ini bukan warga Kumpay. Banyak yang melintas dari arah Kasomalang sambil berangkat kerja, lalu membuang sampah di pinggir jalan,” ujar Asep. 

Kepala Desa Kumpay Prihatin Masyarakat Buang Sampah Sembarangan

Ia mengaku prihatin karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Padahal, menurutnya, Pemerintah Desa Kumpay telah memiliki sistem pengangkutan sampah rumah tangga yang berjalan rutin setiap pekan.

“Di Desa Kumpay sendiri sampah rumah tangga diambil langsung ke rumah-rumah setiap minggu. Jadi warga sebenarnya sudah memiliki layanan pengangkutan sampah,” katanya.

Asep juga menunjukkan salah satu temuan di lapangan yang menguatkan dugaan bahwa sebagian sampah berasal dari luar wilayah desa. Dari hasil pembersihan, petugas menemukan cukup banyak bungkus dan label paket pengiriman yang mencantumkan alamat penerima maupun pengirim dari wilayah Kasomalang.

“Tadi juga terlihat banyak sampah paket yang alamatnya Kasomalang. Itu menjadi salah satu indikasi sampah yang dibuang di sini tidak semuanya berasal dari warga Kumpay,” jelasnya.

Meski demikian, Asep menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan ini berubah menjadi saling menyalahkan antarwilayah. Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik warga Kumpay maupun masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

Ia mengatakan jalan Kumpay–Kasomalang merupakan akses penghubung yang digunakan banyak orang setiap hari, sehingga kebersihannya harus dijaga bersama. 

Pemerintah desa, lanjut Asep, akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan di titik-titik yang rawan dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Ia juga membuka peluang untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa tetangga dan instansi terkait agar penanganan sampah di jalur perbatasan dapat dilakukan secara lebih terpadu.

“Kami ingin ada kesadaran bersama. Jalan ini dipakai bersama, maka kebersihannya juga harus dijaga bersama. Jangan membuang sampah dari kendaraan karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan proses pembersihan dilakukan dengan mengangkut sampah yang menumpuk di bahu jalan. Setelah dibersihkan, kondisi ruas Jalan Kumpay–Kasomalang terlihat jauh lebih rapi dibanding sebelumnya.

Pemerintah Desa Kumpay berharap kejadian serupa tidak terus berulang. Asep mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang sudah tersedia di lingkungan masing-masing dan tidak menjadikan pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah.

Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Ia menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan agar kawasan Kumpay dan Kasomalang tetap bersih, nyaman, dan sehat bagi seluruh pengguna jalan.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat10 menit lalu
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Jawa Barat53 menit lalu
Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Nasional1 jam lalu
Ditahan Selama 8 Jam di Polda Metro Jaya, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan

Ditahan Selama 8 Jam di Polda Metro Jaya, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Saham HSC BEI Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Tiap 3 Bulan

Saham HSC BEI Bisa Kembali Masuk Perhitungan IHSG, BEI Evaluasi Tiap 3 Bulan

Nasional2 jam lalu
Bukan Sekadar Stok Habis, Ini Alasan Obat BPJS di Subang Bisa Lama Diberikan

Bukan Sekadar Stok Habis, Ini Alasan Obat BPJS di Subang Bisa Lama Diberikan

Subang2 jam lalu
Subang Creative Week 2026 Segera Digelar, Komunitas dan UMKM Bisa Ikut Berpartisipasi

Subang Creative Week 2026 Segera Digelar, Komunitas dan UMKM Bisa Ikut Berpartisipasi

Lifestyle3 jam lalu
Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November, 11,5 Juta KK Sudah Terdaftar

Perlinsos Digital Diluncurkan 10 November, 11,5 Juta KK Sudah Terdaftar

Nasional3 jam lalu
Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Nasional3 jam lalu
Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Jawa Barat3 jam lalu