Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Retreat Kepala Daerah di Magelang, Pakar: Bertentangan dengan Prinsip Efisiensi, Apa Urgensinya ?

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:45 WIB
Bagikan:
Retreat Kepala Daerah di Magelang, Pakar: Bertentangan dengan Prinsip Efisiensi, Apa Urgensinya ?
Pelantikan Kepala Daerah oleh Presiden Prabowo/Humas Setda Subang

PASUNDAN EKSPRES - Pemerintah berencana menggelar retreat bagi 961 kepala daerah selama tujuh hari di tengah kebijakan pemangkasan anggaran yang gencar dilakukan.

Wacana ini pun menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan prinsip efisiensi yang sering digaungkan pemerintah sendiri.

Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa retreat selama tujuh hari bukan hanya tidak diperlukan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas dan urgensinya.

"Mengumpulkan hampir seribu kepala daerah dari berbagai pelosok negeri memerlukan biaya transportasi, akomodasi, dan logistik yang tidak sedikit," ujar Achmad dikutip dari Disway pada Jumat, 21 Februari 2025.

Achmad menegaskan bahwa jika efisiensi anggaran benar-benar menjadi prioritas, maka pertemuan tersebut seharusnya bisa dilakukan secara daring atau setidaknya melalui seremonial sederhana di kantor gubernur atau kementerian terkait.

"Dalam era digital seperti saat ini, pertemuan fisik dalam skala besar tidak lagi menjadi keharusan. Teknologi memungkinkan komunikasi yang efektif tanpa harus mengeluarkan anggaran besar untuk perjalanan dan akomodasi," tambahnya.

Menurutnya, jika tujuan utama retreat ini adalah menyelaraskan pemahaman dan koordinasi antara pejabat daerah dengan pemerintah pusat, maka ada cara lain yang lebih hemat dan efektif.

"Penghematan anggaran tidak boleh hanya menjadi slogan tanpa penerapan yang nyata. Jika retreat tujuh hari tetap dipaksakan, maka itu hanya akan menjadi ironi dari janji efisiensi yang digaungkan oleh Presiden Prabowo," pungkas Achmad.

Wacana retreat ini masih menjadi perdebatan, terutama di tengah berbagai kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah. (Disway/idr)

Berita Terbaru

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline43 menit lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga1 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline1 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle1 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle2 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle3 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat4 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional12 jam lalu