Sampah Masih Menggunung, Warga Tagih Janji DLH Kirim ke TPA Sarimukti

PASUNDANEKSPRES.ID – Lebih dari sebulan setelah rapat koordinasi digelar, warga Kecamatan Jalancagak mempertanyakan realisasi rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang untuk mengangkut sampah dari TPS Jalancagak ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Pasalnya, hingga Senin (22/6/2026), tumpukan sampah masih terlihat menggunung di sepanjang Jalur Wisata Jalancagak-Kasomalang, bahkan sebagian dilaporkan dibakar sehingga menimbulkan polusi udara yang dikeluhkan masyarakat.
Persoalan tersebut mencuat karena dalam rapat koordinasi yang digelar DLH Kabupaten Subang bersama Muspika dan para kepala desa se-Kecamatan Jalancagak di Aula Kecamatan Jalancagak pada 7 Mei 2026 lalu, sempat disampaikan rencana pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) Jalancagak ke TPA Sarimukti.
Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada realisasi yang terlihat di lapangan. Tumpukan sampah masih memenuhi area sekitar TPS dan sejumlah titik di jalur wisata yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata alam di Subang Selatan.
Salah seorang warga, Ajat, mengaku mengikuti perkembangan persoalan sampah tersebut melalui pemberitaan media. Menurutnya, informasi mengenai rencana pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti sudah beberapa kali disampaikan kepada publik.
“Saya membaca di media terkait hasil rakor tersebut. Bahkan diperkuat juga oleh pemberitaan di salah satu media online bahwa DLH Kabupaten Subang berencana mengirim sampah ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat. Namun sampai sekarang belum terlihat realisasinya,” ujar Ajat.
Ia juga mengaku mendengar adanya rencana penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan persoalan sampah di Jalancagak.
“Kalau tidak salah, anggarannya melalui BTT. Saya tidak tahu pasti nominalnya, tetapi yang saya dengar kurang lebih sekitar Rp800 juta,” katanya.
Hal senada disampaikan Beno, tokoh pemuda Jalancagak yang turut menghadiri rapat koordinasi bersama DLH beberapa waktu lalu. Ia membenarkan bahwa dalam pertemuan tersebut sempat dibahas upaya pengangkutan sampah melalui dukungan anggaran BTT.
“Terkait anggaran BTT itu, pihak DLH sudah menyampaikan upaya untuk menganggarkan pengangkutan sampah di TPS Jalancagak. Namun masyarakat tentu berharap ada realisasi yang nyata di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi yang belum tertangani memunculkan persoalan baru. Memasuki musim kemarau, sebagian tumpukan sampah dilaporkan dibakar untuk mengurangi volume yang terus bertambah. Akibatnya, asap hasil pembakaran menyebar ke lingkungan sekitar dan dikeluhkan warga.
Masyarakat khawatir paparan asap secara terus-menerus dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Selain berdampak terhadap kesehatan, keberadaan tumpukan sampah di jalur wisata juga dinilai merusak citra Jalancagak sebagai salah satu pintu gerbang destinasi wisata unggulan di Kabupaten Subang.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya DLH Kabupaten Subang, segera memberikan penjelasan terkait perkembangan hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan sekaligus mempercepat langkah penanganan sampah. Mereka menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih serius. (hdi/ysp)
