Sejumlah Siswa SMPN 2 Jalancagak Subang Akan Dibawa ke Barak Militer

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana membawa sejumlah siswa SMPN 2 Jalancagak ke barak militer.
Mereka akan mengikuti pembinaan karakter setelah kasus dugaan kekerasan guru terhadap siswa viral di media sosial.
Langkah itu disampaikan Dedi Mulyadi usai meninjau langsung sekolah tersebut, Jumat (7/11/2025), sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian pendisiplinan yang berujung tamparan terhadap delapan siswa.
"Nanti saya tawarin dahulu, kalau orangtuanya setuju, akan ikut yang bulan Desember ini di Marinir," ujar KDM di SMPN 2 Jalancagak.
Dedi Mulyadi menegaskan, pendisiplinan di sekolah tidak boleh dilakukan dengan kekerasan fisik.
Menurutnya, guru tetap harus tegas, tetapi sanksi sebaiknya bersifat edukatif dan produktif.
"Sanksi terhadap siswa jangan kekerasan. Sekolah harus tegas, tapi jangan sampai memukul. Risikonya tinggi. Sanksinya cukup bersihin sampah, babat rumput, bantu guru, atau latihan pelajaran yang lemah," ucapnya.
Ia mencontohkan, di daerah lain ada guru yang harus dipidana lima bulan gara-gara memukul muridnya.
Karena itu, ia meminta setiap sekolah menerapkan sistem pembinaan yang lebih manusiawi dan mendidik.
Dedi Mulyadi juga menyoroti perilaku siswa yang sudah terlanjur merokok. Menurutnya, pendekatan terbaik bukan dengan hukuman fisik, melainkan lewat program rehabilitasi yang bisa dibiayai dari dana bagi hasil pajak rokok daerah.
"Anak-anak yang merokok harus direhab, bukan digaplok. Semakin digaplok, malah makin nambah rokoknya," tutupnya. (cdp/yap)
