Serapan APBD Kabupaten Subang Baru 38,15 Persen, BKAD Genjot OPD Percepat Eksekusi Program Semester II

SUBANG – Realisasi APBD Kabupaten Subang hingga akhir Juli 2026 mencapai 38,15 persen atau sebesar Rp1,076 triliun dari total pagu anggaran Rp2,821 triliun.
Meski menunjukkan tren peningkatan, Pemerintah Kabupaten Subang masih memiliki pekerjaan rumah untuk merealisasikan sisa anggaran sebesar Rp1,745 triliun pada semester kedua tahun anggaran 2026.
Data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang menunjukkan, percepatan pelaksanaan program menjadi kunci agar target realisasi anggaran hingga akhir tahun dapat tercapai.
Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD Kabupaten Subang, Budhi Purnama mengatakan, peningkatan serapan anggaran menjadi indikator bahwa pelaksanaan program dan kegiatan di seluruh perangkat daerah terus berjalan. Namun, BKAD tetap mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mempercepat pelaksanaan kegiatan, khususnya yang memasuki tahap eksekusi pada semester kedua.
“Serapan anggaran terus mengalami peningkatan. Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap realisasi belanja di seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan,” ujar Budhi kepada Pasundan Ekspres, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan data realisasi anggaran, Kecamatan Subang menjadi perangkat daerah dengan capaian serapan tertinggi, yakni 59,52 persen. Dari total pagu Rp23,45 miliar, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp13,95 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan realisasi 59,47 persen atau sebesar Rp9,58 miliar dari pagu Rp16,11 miliar. Sementara Kecamatan Serangpanjang berada di urutan ketiga dengan tingkat serapan 58,84 persen atau Rp1,38 miliar dari pagu Rp2,35 miliar.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang realisasi anggarannya berada di bawah rata-rata. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mencatat serapan terendah, yakni 13,54 persen. Dari pagu anggaran Rp274,58 miliar, realisasi baru mencapai sekitar Rp37,19 miliar.
Selanjutnya, Dinas Kesehatan membukukan realisasi sebesar 25,91 persen atau Rp156,37 miliar dari pagu Rp603,48 miliar. Adapun BKAD Kabupaten Subang telah merealisasikan 30,57 persen atau Rp152,59 miliar dari total pagu Rp499,24 miliar.
Budhi menjelaskan, sejumlah program pembangunan, terutama pekerjaan fisik serta pengadaan barang dan jasa, memang baru memasuki tahap pelaksanaan pada semester kedua. Kondisi tersebut menyebabkan realisasi anggaran diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
“Kami optimistis realisasi anggaran akan terus meningkat seiring percepatan pelaksanaan kegiatan. BKAD bersama seluruh perangkat daerah akan terus mengawal proses penyerapan agar tetap efektif, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
BKAD berharap seluruh OPD tidak hanya mengejar besarnya serapan anggaran, tetapi juga menjaga kualitas pelaksanaan program. Dengan demikian, setiap belanja daerah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Subang.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Subang, Albert Anggara Putra, meminta pemkab segera mempercepat proses pembangunan agar tidak tertunda.
Ia menegaskan, percepatan serapan anggaran sangat penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Anggaran itu harus segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk program pembangunan, infrastruktur, dan pelayanan dasar. Kalau terlalu lama terserap, maka dampaknya juga terlambat dirasakan,” tegas Albert.
DPRD akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kinerja penyerapan anggaran agar target pembangunan daerah dapat tercapai tepat waktu.(cdp/ysp)
