Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Teknologi Surya Didorong Masuk Balong Warga, Teknik Mesin Polsub Kenalkan Pakan Ikan Otomatis

Z
Zaenal AbidinEditor: Yusup Suparman
|20:49 WIB
Bagikan:
Teknologi Surya Didorong Masuk Balong Warga, Teknik Mesin Polsub Kenalkan Pakan Ikan Otomatis
Jurusan Teknik Mesin POLSUB menghadirkan teknologi tepat guna melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

SUBANG - Jurusan Teknik Mesin POLSUB menghadirkan teknologi tepat guna melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Implementasi Smart Aquaculture melalui Solar Powered Automatic Fish Feeding System untuk Meningkatkan Produktivitas Budidaya Perikanan Masyarakat Desa di Kabupaten Subang," pada Jumat (14/8/2026).

Teknologi ini disusun merespon fenomena pemberian pakan yang masih mengandalkan cara manual yang dihadapi pembudidaya ikan mas di Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pola pemberian pakan yang belum terjadwal dan tidak terukur dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional sekaligus membuat penggunaan pakan kurang efisien

Kegiatan PKM ini menyasar masyarakat, khususnya warga yang memiliki dan memelihara ikan mas di balong. Melalui konsep smart aquaculture, tim PKM memperkenalkan sistem pemberian pakan ikan otomatis yang memanfaatkan energi surya dan teknologi mikrokontroler.

Ketua PKM Jurusan Teknik Mesin Polsub, Muhamad Kamaludin, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengenalan perangkat, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih memahami pemanfaatan teknologi dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

“Kami ingin teknologi tepat guna ini bisa membantu masyarakat, terutama dalam proses pemberian pakan ikan. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengenal teknologinya, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan budidaya,” kata Kamaludin.

Salah satu pembudidaya ikan mas, Umar Amrullah, mengungkapkan bahwa pemberian pakan secara manual masih menjadi praktik yang umum dilakukan masyarakat. Menurutnya, pola tersebut memiliki sejumlah kendala, terutama ketika pemberian pakan tidak dilakukan berdasarkan jadwal dan kebutuhan ikan secara terukur.

“Dengan keadaan seperti itu, bisa menyebabkan pemborosan pakan, peningkatan biaya operasional, serta belum optimalnya hasil produksi,” ujar Umar.

Ia menambahkan, pemberian pakan yang tidak memperhitungkan kebutuhan ikan secara presisi juga berpotensi memengaruhi pertumbuhan ikan.

“Praktik seperti ini umumnya tidak terjadwal dengan baik dan tidak memperhitungkan kebutuhan pakan secara presisi. Karena itu, berpotensi menimbulkan pemborosan pakan, peningkatan biaya operasional, serta pertumbuhan ikan yang tidak optimal,” katanya.

Melalui teknologi yang diperkenalkan, pemberian pakan diharapkan dapat dilakukan secara lebih teratur sesuai jadwal dan jumlah yang telah ditentukan.

Perwakilan Ketua Jurusan Teknik Mesin Polsub, Yadi Hikmah Setiana, mengatakan solusi yang ditawarkan berupa solar-powered automatic fish feeding system berbasis mikrokontroler. Sistem tersebut dirancang untuk mengatur jadwal sekaligus jumlah pakan yang diberikan kepada ikan secara lebih terukur.

“Pada sistem ini, kami memanfaatkan energi surya sebagai sumber daya mandiri sehingga dapat beroperasi tanpa ketergantungan pada listrik konvensional,” jelas Yadi.

Pemanfaatan energi surya menjadi salah satu bagian penting dalam teknologi tersebut. Selain mendukung pengoperasian perangkat, penggunaan sumber energi terbarukan diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam menerapkan teknologi yang lebih mandiri di lingkungan budidaya.

Teknik Mesin Polsub: Tak Hanya Soal Mesin, Warga Dibekali Manajemen Budidaya

Kegiatan PKM tersebut tidak berhenti pada pengenalan sistem pemberian pakan otomatis. Masyarakat juga mendapatkan pengetahuan mengenai manajemen budidaya ikan mas, mulai dari fase awal pertumbuhan hingga memasuki tahap pembesaran.

Materi tersebut disampaikan Diana Yunita Putri, S.Pt., yang memberikan panduan teknis mengenai perawatan dan perkembangan kolam penangkaran ikan mas sejak umur satu minggu hingga 12 minggu.

Diana menjelaskan, fase tersebut terbagi dalam dua tahap pendederan, yakni Pendederan I pada minggu pertama hingga keempat dan Pendederan II pada minggu kelima hingga ke-12.

Pada Pendederan I, benih berada pada fase kritis larva dan benih kecil. Ukurannya berkembang dari sekitar 1–3 sentimeter menjadi 3–5 sentimeter. Pada fase ini, perhatian utama diarahkan pada pemberian pakan alami seperti plankton serta pakan buatan berprotein tinggi untuk membantu menekan angka kematian benih.

Memasuki Pendederan II, ikan memasuki fase pertumbuhan yang lebih pesat. Benih dapat berkembang hingga berukuran sekitar 8–12 sentimeter dengan bobot 80–100 gram per ekor.

“Pada Pendederan II terjadi fase pertumbuhan pesat. Benih berkembang hingga ukuran 8–12 sentimeter. Pada tahap ini dilakukan transisi penuh ke pelet komersial, pengaturan padat tebar, serta manajemen sirkulasi air yang lebih intensif,” jelas Diana.

Untuk perawatan pada minggu pertama hingga keempat, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni pemberian pakan awal, pengaturan debit air secara perlahan, serta perlindungan dari hama.

Sementara pada minggu kelima hingga kedelapan, pembudidaya mulai melakukan transisi pakan menuju crumble atau pakan butiran halus dengan kandungan protein sekitar 30–35 persen, disesuaikan dengan ukuran mulut benih.

Pada tahap ini, penjarangan atau grading juga diperlukan. Kepadatan ikan dapat dikurangi dari sekitar 100 ekor per meter persegi menjadi 50 ekor per meter persegi untuk mengurangi persaingan dalam mendapatkan pakan.

Sanitasi dasar kolam juga menjadi perhatian. Sisa pakan yang mengendap perlu dibersihkan secara berkala agar tidak menumpuk dan berpotensi meningkatkan kadar amonia di dalam kolam.

Selain itu, pembudidaya dianjurkan melakukan pengambilan sampel secara rutin dengan menimbang benih setiap dua minggu. Data tersebut dapat digunakan untuk menyesuaikan dosis pakan harian dengan perkembangan biomassa ikan.

Memasuki minggu kesembilan hingga ke-12, ikan mas berada pada fase puncak pertumbuhan. Diana menjelaskan bahwa pada usia tersebut metabolisme ikan berada pada tingkat yang sangat aktif sehingga kebutuhan pakan dan kondisi lingkungan kolam perlu mendapat perhatian lebih.

Pada fase ini, ikan diberikan pelet apung berukuran sekitar 1,5–2,0 milimeter dengan kandungan protein 28–32 persen. Ketinggian air kolam juga perlu ditingkatkan hingga sekitar 100–120 sentimeter untuk memberikan ruang gerak yang lebih luas sekaligus menjaga ketersediaan oksigen terlarut.

Dosis pakan pun perlu disesuaikan dengan biomassa ikan, yakni sekitar 3–5 persen dari biomassa sesuai kondisi dan kebutuhan ikan.

Melalui rangkaian materi tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada perangkat otomatis, tetapi juga diberikan pemahaman bahwa teknologi pemberian pakan harus berjalan beriringan dengan pengelolaan budidaya yang tepat.

Kamaludin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Jurusan Teknik Mesin Polsub untuk mewujudkan konsep kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tujuan khusus kegiatan ini adalah mengimplementasikan solar-powered automatic fish feeding system berbasis mikrokontroler pada masyarakat budidaya perikanan desa, meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, serta meningkatkan produktivitas hasil budidaya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan dalam kegiatan budidaya.

“Kami juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi digital dan energi terbarukan,” kata Kamaludin.

Bagi pembudidaya ikan mas di Desa Pagaden, penerapan teknologi tersebut diharapkan bukan sekadar menghadirkan alat baru di tengah balong.

Lebih jauh, teknologi itu menjadi bagian dari upaya mengubah pola budidaya agar pemberian pakan lebih teratur, penggunaan pakan lebih efisien, dan pengelolaan ikan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta tahapan pertumbuhannya.

Dengan demikian, konsep smart aquaculture yang diperkenalkan Jurusan Teknik Mesin Polsub dapat menjadi salah satu pilihan teknologi tepat guna yang mendukung masyarakat dalam mengelola budidaya ikan secara lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.(znl/ysp)

Berita Terbaru

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

Bandung Barat1 jam lalu
Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Subang1 jam lalu
Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Subang2 jam lalu
Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Lifestyle3 jam lalu
Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Subang3 jam lalu
Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Lifestyle3 jam lalu
Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Lifestyle4 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Lifestyle5 jam lalu
Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional6 jam lalu