Tokoh Politik Subang Maman Yudia Wafat, Punya Andil Besarkan PDI Perjuangan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabar duka datang dari dunia politik Kabupaten Subang. Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang sekaligus mantan Wakil Bupati Subang periode 2003-2008 Maman Yudia, meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026).
Kepergian Maman Yudia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan dan masyarakat Kabupaten Subang.
Sosoknya dikenal sebagai figur senior yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan politik partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Subang.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, H. Adik, mengenang almarhum sebagai pribadi yang tegas, berwawasan luas, serta menjadi panutan bagi banyak kader partai.
“Beliau sosok yang tegas, punya wawasan tentang politik luar biasa sehingga bisa sebagai orang tua sekaligus guru dan juga sahabat, teman berdiskusi. Beliau tidak pernah pelit terhadap pengetahuan yang beliau miliki untuk bisa dibagikan kepada regenerasi berikutnya,” ujar H. Adik saat dihubungi Pasundan Ekspres, Sabtu (10/4/2026) sore.
Menurutnya, dedikasi Maman Yudia terhadap PDI Perjuangan sangat besar dan telah dimulai sejak masa-masa awal reformasi.
“Pengabdian ke PDI Perjuangan tentunya sangat luar biasa. Yang saya dengar langsung dari orang-orang yang memang bersama-sama beliau, sejak tahun 1996 hingga 1999 reformasi beliau sudah berkiprah di PDI Perjuangan,” kata H. Adik.
H. Adik juga menilai, di bawah kepemimpinan Maman Yudia sebagai Ketua DPC, PDI Perjuangan Subang pernah mencatatkan capaian politik.
“Alhamdulillah saat di zaman beliau kita sempat memiliki wakil bupati dan ketua DPRD saat beliau menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan,” ungkapnya.
H. Adik mengatakan, Kepergian Maman Yudia menjadi kehilangan besar bagi dunia politik Subang, khususnya bagi kader-kader PDI Perjuangan yang selama ini menjadikannya sebagai mentor dan inspirasi dalam berorganisasi maupun berpolitik. (cdp/ysp)
