Ujang Yusuf Zavet 'Pede' Jadi Pimpinan Baznas Subang

PASUNDANEKSPRES.ID – Sosok muda yang dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi kepemudaan, Ujang Yusuf Zavet atau yang akrab disapa Kang Zavet, kini mengikuti seleksi calon pimpinan Baznas Kabupaten Subang periode 2025–2030.
Zavet bukan nama asing di dunia sosial dan kepemudaan Subang. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Subang, pernah maju sebagai legislatif di Dapil 6, dan kini menakhodai Karang Taruna Kabupaten Subang.
Selain itu, ia juga aktif di Dewan Pendidikan Kabupaten Subang, menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sosial dan pendidikan di Subang.
Dengan senyum santai dan penuh ketulusan, Ujang Yusup Zavet menyampaikan motivasinya mengikuti seleksi calon pimpinan Baznas Kabupaten Subang.
“Motivasi saya sederhana saja. Saya ingin berbuat lebih luas untuk masyarakat,” ujarnya membuka pernyataan kepada Pasundan Ekspres Rabu (15/10/2025).
Selama ini, Ujang aktif di Karang Taruna dan Dewan Pendidikan Kabupaten Subang, dengan fokus pada bidang sosial dan pendidikan. Ia melihat bahwa zakat memiliki kekuatan besar untuk membangun kemandirian umat jika dikelola dengan amanah dan profesional.
“Baznas bukan sekadar lembaga penyalur bantuan, tapi lembaga yang bisa menumbuhkan kemandirian ekonomi umat. Saya ikut seleksi ini bukan karena ingin jabatan, tapi karena panggilan hati. Saya ingin mengabdi dan menjadi bagian kecil dari perubahan baik di Subang melalui jalan pengabdian yang lebih luas, yaitu Baznas,” tuturnya.
Mengenai anggapan bahwa dirinya disebut sebagai calon terkuat, Ujang merespons dengan rendah hati.
“Ada yang bilang saya calon terkuat. Saya tanggapi itu sebagai bentuk doa dan kepercayaan saja. Tapi terus terang, saya tidak melihat diri saya sebagai calon terkuat.
Saya hanya berusaha jadi calon yang berniat baik. Semua peserta punya kesempatan yang sama dan saya percaya panitia seleksi bekerja profesional dan objektif.”
Ia menegaskan, jika nantinya dipercaya memegang amanah, maka itu berarti tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan umat.
“Kalau nanti Allah menakdirkan saya diberi amanah, saya harus bekerja lebih keras untuk menjaga kepercayaan itu. Tapi kalau tidak terpilih, saya tetap akan mendukung siapapun yang terpilih. Karena tujuan kita bukan bersaing, tapi memastikan zakat di Subang benar-benar membawa manfaat bagi yang berhak.”
Menjawab pertanyaan mengenai status politiknya, Ujang menegaskan bahwa ia telah resmi mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang.
“Saya sudah resmi mengundurkan diri dengan cara yang baik, penuh hormat, dan melalui mekanisme yang benar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam setiap organisasi, dirinya selalu memperjuangkan kaderisasi dan regenerasi.
“Saya percaya sekarang adalah waktunya kader-kader muda PDI Perjuangan yang punya potensi dan kemampuan untuk tampil dan mengabdi lebih jauh di partai. Saya tahu betul di partai banyak kader muda yang hebat dan berintegritas. Karena itu, saya ingin memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh dan berkiprah. Sementara saya sendiri ingin melanjutkan pengabdian lewat jalur sosial dan keumatan, melalui Baznas.”
Bagi Ujang, perjuangan tidak harus selalu lewat partai politik. “Perjuangan bisa juga lewat pelayanan, lewat pendidikan, dan lewat pemberdayaan umat,” ujarnya.
Jika kelak dipercaya memimpin Baznas Kabupaten Subang, ia memiliki harapan besar agar lembaga ini menjadi Baznas yang amanah, transparan, inklusif, dan produktif.
“Amanah dalam menjaga kepercayaan umat, transparan dalam tata kelola, inklusif dalam melibatkan berbagai unsur masyarakat dan ulama, serta produktif dalam memberdayakan ekonomi umat,” tegasnya.
Menurutnya, zakat bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi harus mampu mengangkat derajat dan mengubah kehidupan mustahik menjadi muzakki. “Saya ingin Baznas Subang hadir di tengah masyarakat, dirasakan manfaatnya, dan menjadi contoh baik bagi daerah lain di Indonesia,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ujang kembali menegaskan bahwa tujuannya bukan mencari posisi, melainkan ingin mengabdi. “Kalau nanti dipercaya, saya akan bekerja sepenuh hati. Kalau tidak, saya tetap akan mendukung siapapun yang terpilih. Karena bagi saya, yang penting bukan siapa yang duduk di kursi pimpinan, tapi bagaimana umat bisa merasakan manfaat dari zakat yang kita himpun, kelola, dan salurkan,” jelasnya.
Ia menutup dengan penuh kerendahan hati, “Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Subang. Mudah-mudahan niat baik ini diridai Allah SWT dan semoga Baznas Subang bisa menjadi percontohan kebaikan dan keberkahan di Indonesia,” tutupnya.(hdi/ysp)
