Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Viral! Anak SMP Hina Korban Genosida Palestina, Pihak Sekolah Buka Suara

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|15:17 WIB
Bagikan:
Viral! Anak SMP Hina Korban Genosida Palestina, Pihak Sekolah Buka Suara
Sebuah video viral beredar di media sosial dimana sekelompok anak SMP hina korban genosida Palestina. (Dok istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Sebuah video viral beredar di media sosial dimana sekelompok anak SMP hina korban genosida Palestina.

Dalam video tersebut, terlihat 4 orang remaja yang diperkirakan masih berstatus siswi SMP sedang makan di sebuah restoran cepat saji yang diketahui telah diboikot masyarakat akibat mendukung Israel.

Mereka terlihat menikmati makanan tersebut sambil menghina korban genosida Palestina dengan menganalogikan daging ayam yang mereka makan sebagai 'daging anak Palestina'.

"Daging anak Palestina," ucap salah satu remaja sambil menunjuk ayam yang sedang dimakannya itu.

Tidak hanya itu, mereka juga kembali melontarkan hinaan sambil tertawa dengan menyebut saus tomat sebagai "darah anak Palestina".

"Ini bukan saus, ini darah anak Palestina," ucap salah satu anak lain dalam video itu.

Video tersebut langsung viral di media sosial dan netizen beramai-ramai mengecam tindakan tidak pantas sekelompok anak SMP itu dengan mengejek penderitaan rakyat Palestina.

Dilansir dari Disway, orang yang merekam dan mengunggah video tersebut berasal dari salah satu siswi SMP dari SMP Negeri 216 Jakarta Pusat.

Setelah video tersebut viral, pihak sekolah SMP Negeri 216 Jakarta Pusat buka suara mengenai kasus tersebut.

Pihak SMPN 216 pun memberikan klarifikasi dalam akun Instagram resminya, @smpn_216 bahwa empat remaja yang ada di dalam video bukanlah peserta didik sekolah tersebut.

Namun, pihak sekolah membenarkan orang yang merekam dan mengunggah video tersebut adalah salah satu peserta didik SMPN 216 yang juga teman dari mereka.

"Kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah pada hari Minggu siang tanggal 9 Juni 2024, setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji," tulis pihak SMPN 216, dikutip Selasa (11/6).

Lebih lanjut, pihak sekolah telah memanggil yang bersangkutan beserta orang tuanya dan mendesak yang bersangkutan untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan.

"Setelah mendalami perihal video yang sudah beredar kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut," tulis pihak sekolah.

SMP Negeri 216 menyampaikan bahwa pihaknya selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi. (inm)

Berita Terbaru

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Olahraga20 menit lalu
Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga3 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini3 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline5 jam lalu
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline7 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline8 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional9 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline16 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional18 jam lalu