Warga Pertanyakan Anggaran Penanaman Pohon di Ciater Subang

SUBANG–Program penanaman ribuan pohon di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah pohon yang ditanam beberapa waktu lalu kini tampak kering bahkan mati, sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran untuk kegiatan tersebut.
Sejumlah warga mengaku prihatin melihat kondisi pohon yang seharusnya menjadi bagian dari penghijauan kawasan wisata itu justru banyak yang tidak terawat.
“Awalnya kami senang ada penanaman pohon setelah pembongkaran kios pedagang. Tapi sekarang banyak pohon yang kering, ada juga yang tinggal jadi kayu,” kata Dedi, warga Ciater, Senin (8/9/2025).
Ia menilai, tanpa adanya perawatan yang memadai, kegiatan penanaman hanya akan menjadi seremonial semata.
“Kalau memang serius untuk penghijauan, harus ada perawatan. Jangan hanya ditanam lalu ditinggal,” tambahnya.
Warga lainnya, Yani, juga mempertanyakan alokasi anggaran yang digunakan untuk program tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui berapa besar biaya yang dihabiskan dan bagaimana mekanisme perawatan setelah penanaman.
“Kami ingin tahu, anggarannya berapa dan siapa yang bertanggung jawab dalam merawat pohon-pohon ini. Kalau hasilnya seperti ini kan sayang sekali, buang-buang uang,” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, tidak semua pohon dalam kondisi buruk. Sebagian masih tumbuh dengan baik, namun jumlah pohon yang kering cukup banyak sehingga menimbulkan kesan kurangnya pengawasan dan pemeliharaan dari pihak terkait.(hdi/ysp)
