Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Pertanyakan Anggaran Penanaman Pohon di Ciater Subang

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:44 WIB
Bagikan:
Warga Pertanyakan Anggaran Penanaman Pohon di Ciater Subang
POHON KERING: Kondisi pohon kering dan layu di sepanjang Jalan Ciater Subang pada Senin (8/9/2025). Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

SUBANG–Program penanaman ribuan pohon di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah pohon yang ditanam beberapa waktu lalu kini tampak kering bahkan mati, sehingga menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran untuk kegiatan tersebut.

Sejumlah warga mengaku prihatin melihat kondisi pohon yang seharusnya menjadi bagian dari penghijauan kawasan wisata itu justru banyak yang tidak terawat.

“Awalnya kami senang ada penanaman pohon setelah pembongkaran kios pedagang. Tapi sekarang banyak pohon yang kering, ada juga yang tinggal jadi kayu,” kata Dedi, warga Ciater, Senin (8/9/2025).

Ia menilai, tanpa adanya perawatan yang memadai, kegiatan penanaman hanya akan menjadi seremonial semata.

“Kalau memang serius untuk penghijauan, harus ada perawatan. Jangan hanya ditanam lalu ditinggal,” tambahnya.

Warga lainnya, Yani, juga mempertanyakan alokasi anggaran yang digunakan untuk program tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui berapa besar biaya yang dihabiskan dan bagaimana mekanisme perawatan setelah penanaman.

“Kami ingin tahu, anggarannya berapa dan siapa yang bertanggung jawab dalam merawat pohon-pohon ini. Kalau hasilnya seperti ini kan sayang sekali, buang-buang uang,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, tidak semua pohon dalam kondisi buruk. Sebagian masih tumbuh dengan baik, namun jumlah pohon yang kering cukup banyak sehingga menimbulkan kesan kurangnya pengawasan dan pemeliharaan dari pihak terkait.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional50 menit lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional1 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang1 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional2 jam lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat2 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional2 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional3 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional3 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta4 jam lalu