Was-was Berkendara Saat Hujan Disertai Angin Kencang, Siapa Lagi Korban Pohon Tumbang?

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah semestinya memastikan keamanan pengendara yang melintas di Jalan Raya. Dua kasus pohon tumbang yang menimpa kendaraan di Jalan Raya Jalancagak-Ciater mesti jadi atensi pemerintah.
Kasus pohon tumbang yang baru-baru ini terjadi telah menewaskan dua orang. Pohon tumbang ini terjadi di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Rabu (22/10/2025). Pohon tumbang itu menimpa mobil pick up pengangkut nanas. Mobil berwarna putih itu ringsek parah terutama di bagian depan, tempat sopir dan penumpang duduk.
Belum lewat dua minggu, pohon tumbang kembali terjadi. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah pohon tumbang menimpa satu unit mobil dan satu sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Jalancagak-Ciater Subang pada Minggu malam (2/11/2025). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kasus pohon di Subang cukup tinggi selama Januari hingga Oktober 2025. Tercatat sebanyak 131 kasus pohon tumbang, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dengan dua kejadian tersebut, sejumlah warga Subang mulai khawatir saat melintasi jalan Raya Jalancagak-Ciater Subang. Pasalnya, di sepanjang jalur utama tersebut banyak berdiri pohon-pohon besar yang menjulang tinggi dan berpotensi tumbang, terutama di tengah cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
“Saya jadi merasa khawatir saat melintasi jalan itu, apalagi kalau hujan deras atau angin kencang. Banyak berita di media sosial orang tertimpa pohon, ada yang sampai meninggal dunia. Dari situ saya jadi takut lewat jalan yang banyak pohonnya,” ujar Fauzi, warga Jalancagak, kepada wartawan Pasundan Ekspres, Senin (3/11/2025).
Menurut Fauzi, kondisi pohon-pohon besar di pinggir jalan itu sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Sebagian pohon sudah tua dan tinggi sekali. Kalau angin besar datang, kita yang lewat di bawahnya jadi was-was. Pemerintah perlu periksa satu-satu pohon itu, jangan sampai nanti tumbang lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Abi, warga lainnya, juga mengaku sering merasa cemas saat melintasi jalur pengkolan di Jalan Raya Jalancagak yang dipenuhi pohon besar di kanannya.
“Kalau malam atau pas hujan, saya suka ngebut aja biar cepat lewat. Soalnya pohon-pohon di pengkolan itu besar dan dahannya panjang banget, takut tumbang sewaktu-waktu,” kata Abi.
Abi berharap ada tindakan nyata dari instansi terkait, terutama Dinas Perhutani dan BPBD Subang, untuk melakukan peninjauan serta pemangkasan pohon yang dianggap rawan tumbang.
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Subang bagian selatan dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini membuat sebagian besar masyarakat semakin waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan pohon tumbang.
Kapolsek Jalancagak Kompol Dede Suherman, A.Md., sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat berkendara di jalur Jalancagak–Ciater–Subang, terutama di kawasan yang banyak pepohonan besar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Saat hujan deras atau angin kencang, sebaiknya hindari melintas di jalur yang banyak pepohonan tua. Kondisi cuaca ekstrem bisa membuat pohon tumbang sewaktu-waktu,” ujarnya.
Dari pantauan di lapangan, beberapa titik di sepanjang Jalan Raya Jalancagak memang terdapat pohon besar berusia puluhan tahun. Sebagian tampak miring dan dikelilingi akar yang mulai mencuat dari tanah, menandakan perlunya pemeriksaan struktur akar dan batang oleh petugas terkait.
Sejumlah warga juga menyarankan agar pemerintah daerah melakukan pemangkasan rutin serta menebang pohon yang sudah rapuh atau tumbuh terlalu dekat dengan badan jalan.
“Kalau dibiarkan, takutnya nanti jatuh pas ada kendaraan lewat. Harusnya dinas terkait rajin patroli pohon-pohon besar di jalan utama,” ucap seorang pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut.
BPBD Petakan Pohon Rawan Tumbang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang tengah mengkaji jumlah pohon tua yang rentan tumbang.
“Kalau didata, mungkin terdapat ratusan pohon tua dan rapuh yang berpotensi tumbang se-Kabupaten Subang,” ujar Udin Jazudin, Kepala BPBD Subang kepada Pasundan Ekspres, belum lama ini.
Udin mengatakan, pihaknya akan mendata dan mengkaji lebih lanjut kondisi pohon-pohon milik pemerintah daerah yang dinilai sudah rapuh dan berisiko tumbang.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua pohon di ruang publik merupakan aset Pemda Subang.
“Kita akan kaji dulu, sebab tidak semua pohon merupakan aset Pemda. Ada juga yang milik PUPR Provinsi dan PTP,” jelasnya.
Menurut Udin, BPBD tidak memiliki kewenangan untuk menindak pohon di luar aset Pemda tanpa izin dari instansi terkait.
“Di luar aset Pemda, kami tidak punya wewenang kecuali ada persetujuan dari pihak Pemprov ataupun PTP,” ujarnya.
Meski demikian, Pemda tetap berkomitmen melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang menjadi tanggung jawabnya, terutama yang berlokasi di jalan utama dan kawasan padat aktivitas.
“Perlu diawasi dan dipelihara kalau memang masih hidup pohonnya,” kata Udin menegaskan.
BPBD berharap masyarakat juga waspada terhadap potensi bahaya saat cuaca ekstrem, terutama di sekitar area dengan banyak pepohonan besar.
PUPR Jabar Turun Tangan
Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Barat telah melakukan pemangkasan pohon di sepanjang jalur Jalancagak-Ciater Subang.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana dan kecelakaan akibat pohon tumbang saat cuaca ekstrem melanda wilayah Subang dan sekitarnya.
“Kami memangkas pohon besar di pinggir jalan yang rawan tumbang. Ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat angin kencang,” ujar salah satu petugas PUPR saat ditemui di Jalancagak, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan BMKG tentang potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Jawa Barat pada akhir Oktober hingga awal November.
Pemangkasan difokuskan pada pohon tua dan berukuran besar yang berdiri di tepi jalan raya serta berpotensi mengganggu jaringan listrik atau menimpa pengguna jalan.
“Selain untuk keselamatan pengendara, kami juga ingin mencegah pemadaman listrik akibat ranting menimpa jaringan listrik,” ujarnya.
Perwakilan Bidang Tata Ruang PUPR Jawa Barat menyebut kegiatan ini sebagai langkah mitigasi dini menghadapi cuaca ekstrem di musim hujan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan titik-titik rawan bencana.
“Kami mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi musibah akibat pohon tumbang dan potensi bahaya lainnya,” tegasnya.
Selain di Jalancagak, pemangkasan juga akan dilakukan di jalur Subang–Ciater–Lembang dan sejumlah ruas jalan provinsi lain yang ramai dilalui kendaraan besar dan wisatawan.
Warga menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai langkah cepat PUPR Jabar sangat penting demi keamanan pengguna jalan.
“Kalau hujan dan angin besar, sering ada ranting jatuh ke jalan. Jadi bagus kalau dipangkas duluan,” kata Dedi, warga Jalancagak.
Warga berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin agar tidak hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga memperindah tampilan jalur utama Subang.(hdi/fsh/ysp)
