Wasev TMMD ke-130 Subang: Progres Fisik Capai 82 Persen, Nonfisik 86 Persen

SUBANG- Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 menilai pelaksanaan program TMMD di Kabupaten Subang menunjukkan progres positif. Hingga hari ke-17 pelaksanaan, capaian sasaran fisik rata-rata mencapai 82 persen, sedangkan sasaran nonfisik telah mencapai 86 persen.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, saat melakukan kunjungan kerja di Aula Kantor Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026).
Edi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Subang, khususnya Bupati beserta jajaran, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-130. Dukungan tersebut mencakup TNI, Polri, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, capaian lebih dari 80 persen dalam 17 hari pelaksanaan menjadi indikator bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan progres yang diharapkan. Dengan sisa waktu 11 hari, ia optimistis seluruh sasaran program dapat diselesaikan tepat waktu.
“Secara umum, sasaran fisik rata-rata sudah mencapai 82 persen pada hari ke-17, sedangkan sasaran nonfisik mencapai 86 persen. Saya optimistis Dandim dan satuan tugas mampu menyelesaikan seluruh kegiatan sampai tuntas,” ujarnya.
Ia menegaskan, evaluasi pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan program tepat waktu, tepat sasaran, tepat guna, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu manfaat yang disoroti ialah pembukaan akses jalan yang dapat mendukung mobilitas warga. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar transportasi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, terutama yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan.
Selain itu, program TMMD juga dinilai berkontribusi terhadap akses pelayanan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ketahanan pangan. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan di wilayah sasaran.
Meski demikian, Edi mengingatkan bahwa keberlanjutan manfaat pembangunan harus menjadi perhatian setelah program TMMD selesai. Infrastruktur yang telah dibangun nantinya akan diserahterimakan kepada pemerintah daerah agar dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran pemeliharaan secara berkala, baik setiap tiga bulan, enam bulan, maupun sesuai kebutuhan, sehingga usia pakai infrastruktur dapat lebih panjang.
“Harapan kami, setelah kegiatan TMMD selesai dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah, perlu ada anggaran pemeliharaan secara berkala. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara efektif dan efisien,” katanya.
Sementara itu, Camat Cisalak, Ida Halimah, S.Kep., Ns., M.AP., menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dalam membantu pembangunan di wilayahnya, khususnya di Desa Cupunagara.
Ia menilai sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan serta membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih baik.
Menurut Ida, kolaborasi tersebut diharapkan terus terjaga agar hasil pembangunan melalui TMMD dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Kabupaten Subang pun diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian sasaran fisik dan nonfisik, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan infrastruktur, partisipasi masyarakat, serta dukungan pemerintah daerah demi keberlanjutan manfaat pembangunan di Desa Cupunagara dan sekitarnya.(hdi)
