Andhika Soroti Fasilitas BLK Subang, Minta Modernisasi Demi Menjawab Kebutuhan Industri

SUBANG - Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kabupaten Subang dinilai harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui modernisasi fasilitas BLK Subang (pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja)
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar, menegaskan kesiapan tenaga kerja lokal menjadi faktor penting agar masyarakat Subang dapat menikmati manfaat dari derasnya arus investasi yang masuk.
Hal itu disampaikan Andhika menyikapi kondisi BLK milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang yang mengakui sebagian peralatan praktik masih berusia tua dan belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi industri.
Menurut Andhika, investasi yang terus berdatangan ke Subang harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal, bukan justru dimanfaatkan oleh tenaga kerja dari luar daerah akibat belum siapnya kompetensi SDM.
"Pertumbuhan industri di Subang sangat pesat. Karena itu, pemerintah harus memastikan kesiapan tenaga kerja lokal melalui peningkatan kualitas pelatihan dan modernisasi sarana di BLK. Jangan sampai investasi terus masuk, tetapi masyarakat kita tidak mampu mengisi kebutuhan industri," Ucap Andhika di Bandung pada Kamis (23/7/2026).
Politisi muda itu mengatakan, saat ini Kabupaten Subang telah menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Kehadiran Pelabuhan Patimban, kawasan industri, serta proyek strategis nasional diperkirakan akan terus meningkatkan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai perkembangan teknologi.
Ia menilai modernisasi peralatan pelatihan di BLK menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi. Pasalnya, perusahaan-perusahaan yang berinvestasi saat ini telah menggunakan teknologi produksi modern yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
"Kalau alat praktik di BLK masih tertinggal dibanding teknologi yang digunakan industri, tentu akan ada kesenjangan kompetensi. Ini yang harus segera dijawab melalui dukungan anggaran dan perhatian pemerintah," katanya.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi di Kabupaten Subang sepanjang 2025 mencapai Rp18,2 triliun, melampaui target sebesar Rp10,5 triliun. Sementara pada 2026, target investasi kembali meningkat menjadi Rp19,2 triliun.
Investasi tersebut didominasi penanaman modal asing (PMA) dari sejumlah negara, seperti China, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Jepang. Kondisi itu diperkirakan akan membuka ribuan peluang kerja baru bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, Kepala UPTD BLK Disnakertrans Subang, Syauqi, mengakui sebagian peralatan praktik yang digunakan masih merupakan peralatan lama sehingga menjadi tantangan dalam menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan industri.
Menyikapi hal itu, Andhika meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Subang bersinergi memperkuat BLK, baik melalui pembaruan peralatan praktik, peningkatan kompetensi instruktur, maupun penyusunan kurikulum pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
"BLK harus menjadi ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja yang siap pakai. Saya akan mendorong agar peningkatan fasilitas dan kualitas pelatihan menjadi perhatian pemerintah, sehingga masyarakat Subang benar-benar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan industri," tegas Andhika.(hdi)
