Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anggota DPRD Jabar Andhika Beberkan Alasan APBD 2025 Sebesar Rp30 Triliun

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|15:58 WIB
Bagikan:
Anggota DPRD Jabar Andhika Beberkan Alasan APBD 2025 Sebesar Rp30 Triliun
Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar bicara mengenai struktur APBD Jawa Barat tahun 2025 saat melakukan reses di Subang, Selasa (12/10).

SUBANG–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya Rp36 triliun di tahun 2024 menjadi Rp30 triliun. 

Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar menyampaikan, penurunan ini terkait dengan kebijakan baru yang mengubah alokasi dana transfer lebih besar kepada pemerintah kabupaten dan kota.

"Jawa Barat ini memiliki APBD terbesar kedua setelah DKJ Jakarta, tetapi untuk tahun 2025 anggarannya menurun menjadi sekitar Rp30 triliun. Penurunan ini karena adanya aturan baru yang mengalihkan sebagian besar dana transfer langsung ke kabupaten dan kota," ujar Andhika saat kegiatan Reses I di Subang, Selasa (12/11).

Anggota Komisi V dari Fraksi Gerindra ini menyebut, pada tahun 2025, pemerintah pusat mengubah aturan terkait alokasi dana, di mana kabupaten dan kota kini mendapatkan porsi lebih besar dalam bentuk dana transfer langsung. 

"Semangat dari kebijakan ini adalah memberikan kewenangan lebih kepada kabupaten dan kota, karena mereka yang lebih memahami kebutuhan dan perencanaan pembangunan di daerahnya," jelasnya.

Jika sebelumnya porsi dana transfer ke kabupaten/kota hanya 30 persen, kini meningkat menjadi 70 persen. Artinya, sebagian besar anggaran akan langsung ditransfer ke daerah untuk mendukung pembangunan yang lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan lokal. 

"Dana yang turun ke kabupaten dan kota menjadi jauh lebih besar, namun berdampak pada penurunan APBD provinsi untuk 2025," tambah Andhika.

Andhika menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah, terutama dalam menghadapi penurunan APBD provinsi ini. 

"Kabupaten dan kota tidak bisa berjalan sendiri. Dalam situasi penurunan anggaran ini, sinergi dan koordinasi antara provinsi dan daerah sangat penting untuk memaksimalkan pembangunan," ucapnya.

Menurut Andhika, kolaborasi ini akan memastikan meskipun alokasi anggaran di tingkat provinsi berkurang, dampaknya tidak akan terlalu terasa di masyarakat. 

Dengan alokasi dana yang lebih besar untuk kabupaten dan kota, Andhika berharap para pemimpin daerah dapat lebih proaktif dan strategis dalam membangun wilayahnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Ini adalah kesempatan bagi kabupaten dan kota untuk lebih berperan aktif. Namun, tetap perlu sinergi dengan provinsi agar pembangunan di Jawa Barat berjalan searah dan tepat sasaran," tegasnya.(hdi/ysp)

HADI MARTADINATA/PASUNDAN EKSPRES
Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar bicara mengenai struktur APBD Jawa Barat tahun 2025 saat melakukan reses di Subang, Selasa (12/10).

Berita Terbaru

Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Jawa Barat4 jam lalu
Cara Menyembunyikan Jumlah Like dan Share Instagram, Klik Ini!

Cara Menyembunyikan Jumlah Like dan Share Instagram, Klik Ini!

Lifestyle5 jam lalu
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Nasional6 jam lalu
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat

Lifestyle7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Babak Perempat Final French Open 2026: Amri/Nita Jumpa Kembali Feng/Huang

Babak Perempat Final French Open 2026: Amri/Nita Jumpa Kembali Feng/Huang

Olahraga7 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Nasional9 jam lalu
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Nasional9 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lifestyle9 jam lalu
Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Subang9 jam lalu
Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Nasional9 jam lalu