Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anggota DPRD Jabar Andhika Surya Gumilar Desak Evaluasi Total SPMB 2026

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|07:59 WIB
Bagikan:
Anggota DPRD Jabar Andhika Surya Gumilar Desak Evaluasi Total SPMB 2026
EVALUASI SPMB: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar, yang meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi SPMB. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

BANDUNG - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat terus menjadi sorotan. Berbagai keluhan dari masyarakat, mulai dari persoalan sistem, jalur penerimaan hingga minimnya daya tampung sekolah negeri, memicu desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh. 

Adapun persoalan meliputi gangguan sistem pendaftaran, perubahan nilai peserta, polemik jalur zonasi, hingga minimnya sosialisasi kebijakan baru. 

Salah satu suara tegas datang dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Andhika Surya Gumilar, yang meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan SPMB tahun ini.

Menurut Andhika, setiap kebijakan pendidikan harus berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menilai evaluasi tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menyentuh akar persoalan yang selama ini terus berulang setiap musim penerimaan siswa baru. Mulai dari keterbatasan ruang kelas, distribusi sekolah yang belum merata, hingga mekanisme seleksi yang dinilai masih menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

"SPMB 2026 harus menjadi bahan evaluasi serius. Pemerintah harus mendengar suara masyarakat, karena masih banyak orang tua yang merasa kebingungan dan kecewa dengan proses yang berjalan. Jangan sampai persoalan seperti ini terus berulang setiap tahun," Tegas Andhika saat di wawancarai Pasundan Ekspres pada Minggu (19/7/2026). 

Politisi muda dari Gerindra tersebut menilai pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijamin oleh negara. Karena itu, pemerintah harus memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala sistem maupun keterbatasan fasilitas.

Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan daya tampung antara jumlah lulusan dengan kapasitas sekolah negeri. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya diselesaikan dengan perubahan aturan penerimaan, tetapi juga harus dibarengi penambahan ruang kelas baru, pembangunan sekolah baru di wilayah yang padat penduduk, hingga pemerataan kualitas pendidikan.

"Kalau setiap tahun persoalannya sama, berarti ada yang harus dibenahi secara fundamental. Jangan hanya memperbaiki sistem, tetapi juga memperkuat sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah harus memiliki roadmap yang jelas agar persoalan ini tidak menjadi pekerjaan rumah yang terus berulang," ujarnya.

Andhika berharap hasil evaluasi nantinya benar-benar melahirkan kebijakan yang lebih adil, transparan, dan mudah dipahami masyarakat. Ia juga meminta seluruh proses penyusunan kebijakan melibatkan berbagai pihak, termasuk DPRD, akademisi, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan orang tua siswa.

Sementara itu, salah seorang orang tua murid, Sopian, mengaku berharap pemerintah benar-benar mendengar aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan SPMB. Menurutnya, masih banyak orang tua yang merasa cemas dan kebingungan saat proses pendaftaran berlangsung. Ia berharap ke depan sistem penerimaan siswa baru dibuat lebih sederhana, transparan, dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh calon peserta didik.

"Bagi kami sebagai orang tua, yang terpenting adalah anak-anak bisa mendapatkan sekolah dengan proses yang jelas dan adil. Mudah-mudahan ke depan pemerintah bisa memperbaiki sistemnya sehingga tidak lagi menimbulkan kebingungan di masyarakat," kata Sopian.

Ia juga berharap pemerintah terus menambah kapasitas sekolah negeri agar persoalan keterbatasan daya tampung tidak lagi menjadi momok setiap tahun ajaran baru. Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi prioritas utama pemerintah demi masa depan generasi muda Jawa Barat.(hdi/ysp) 

Berita Terbaru

Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Subang52 menit lalu
Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline1 jam lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga2 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional3 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional4 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang5 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional6 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle7 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional17 jam lalu
Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Nasional17 jam lalu