Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dampak Kekeringan, Hasil Panen Padi Menyusut di Subang, Harga Pupuk Mahal

E
EgiEditor: Egi
|07:00 WIB
Bagikan:
Dampak Kekeringan, Hasil Panen Padi Menyusut di Subang, Harga Pupuk Mahal
Sejumlah petani melakukan panen padi yang pada musim ini hasil panen mengalami penyusutan lantaran alami kekeringan dan kekurangan pupuk.

SUBANG-Hektaran sawah yang berada di Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, mengalami kekeringan yang sangat parah. Bahkan beberapa lahan sawah harus mengalami gagal panen karna tidak adanya pasokan air yang cukup. Terlebih saat ini harga pupuk yang meningkat mahal dengan segudang persyaratan jadi salah satu alasan utamanya.

Seorang petani, Idi mengatakan bahwa dirinya harus terpaksa panen meskipun kondisi padi tidak maksimal. "Kurangnya air mengakibatkan padi tidak maksimal, sekitar 50 persen air hilang, yang mengakibatkan padi hapa (tidak berisi), " ucap Idi kepada Pasundan Ekspres, Selasa (20/8).

Idi juga mengatakan jika pasokan air-nya cukup, ia bisa memanen padi sekitar 5 hingga 6 ton, tapi karna saat ini pasokan air tidak ada, ia hanya bisa memanen 2 atau 1 ton saja. "Kalo bagus maksimalnya 5 sampai 6 ton, tapi karena sekarang kondisinya gini paling 2 atau 1 ton sekali panen," katanya. 

Idi juga mengatakan, selain kurangnya pasokan air. Harga pupuk yang mahal juga menjadi salah satu keluhan petani saat ini. "Iya jelas pupuknya sulit (mahal) yang non subsidi kan mahal tidak kebeli, sedangkan yang subsidi susah belinya. Saya tahun ini engga dapet pupuk," ungkapnya. 

Dari informasi yang didapat oleh Pasundan Ekspres, setiap petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi wajib menunjukan KTP elektronik. Hal itu selaras dengan peraturan Mentri Pertanian (Parmentan) Nomor 01 tahun 2024 dan keputusan Mentri Pertanian (Kepmentan) Nomor 249 tahun 2024. 

Harga pupuk non subsidi saat ini Rp 250.000/kwintal, sedangkan untuk subsidi itu Rp 600.000/kwintal. 

Atas hal ini, Idi selaku petani mengharapkan pasokan air kedepannya bisa maksimal. "Harapannya ya, pasokan air bisa maksimal dari bendung lewinangkan di pintu saluran air karang cegakak. Tapi di Margahayu pasokan airnya sudah habis, jadi kesini tidak ada," harapnya. 

Dari pantauan Pasundan Ekspres, beberapa sungai kecil yang berada di dekat area sawah tersebut memang tidak ada tanda-tanda air mengalir. Tanah pun mengering hingga pecah-pecah. Disana hanya terlihat satu kubangan yang mempunyai sedikit air dan tidak bisa mengairi satu sawah pun.(nsa/sep)

Berita Terbaru

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle4 menit lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle21 menit lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle2 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional3 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle3 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang4 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional5 jam lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga6 jam lalu