Desa Kutamanah di Purwakarta Jadi Pelopor Energi Hijau, Kolaborasi dengan Prodi MKB UPI

PURWAKARTA-Program Studi (Prodi) Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta menggagas sistem penerangan jalan berbasis energi terbarukan melalui solar panel dan Bank Energi Solar Panel.
Gagasan tersebut diimplementasikan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, belum lama ini.
Dosen Prodi MKB Mahmudah Salwa Gianti mengatakan, langkah tersebut hadir sebagai solusi atas keterbatasan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini menjadi persoalan utama di Desa Kutamanah.
"Minimnya jaringan listrik menyebabkan tingginya risiko kecelakaan, tindak kriminalitas, hingga ancaman hewan buas pada malam hari," kata Salwa saat dikonfirmasi, Sabtu (13/9/2025).
Padahal, kata dia, wilayah Desa Kutamanah memiliki potensi energi surya yang besar, yaitu lebih dari 1.400 kWh/kWp per tahun, sehingga sangat layak dikembangkan untuk mendukung kemandirian energi desa.
Program ini,kata Salwa, sekaligus mendukung target nasional bauran energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 sesuai Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Selain itu, sambungnya, implementasi di Kutamanah juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 13 (Aksi Perubahan Iklim).
Dalam pelaksanaannya, tim PKM merancang sistem PJU dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang dilengkapi fitur Automatic Street Lighting (ASL) dan Automatic Human Tracking (AHT).
"Lampu jalan akan menyala otomatis ketika kondisi gelap atau saat ada pergerakan manusia dan kendaraan. Sistem ini juga ditopang oleh baterai lithium-ion berkapasitas tinggi, sehingga mampu menyimpan energi lebih besar dan tetap berfungsi meski saat malam atau cuaca mendung," ujar Salwa.
Selain penerangan jalan, program ini juga menghadirkan Bank Energi Solar Panel sebagai pusat penyimpanan daya bagi masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan PKM Pengabdian Bank Energi & ISOPA 2025, Muhammad Rizalul Wahid menjelaskan, bank energi memungkinkan warga melakukan pengisian perangkat elektronik.
Di antaranya, kata dia, seperti telepon genggam, lampu senter, hingga peralatan kecil rumah tangga secara gratis.
"Kehadiran bank energi tidak hanya membantu meringankan beban biaya listrik masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga meningkatkan kemandirian energi sekaligus memperluas manfaat energi terbarukan di kehidupan sehari-hari," ucap Rizal.
Tak hanya dari sisi akademisi, dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah Purwakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Dyah Imas selaku Perwakilan Pemkab Pemerintah Purwakarta mengatakan, dalam dokumen Rencana Kerja Perangkat Daerah 2025, Bapperida menempatkan penyediaan listrik, penerangan umum, serta pengembangan teknologi inovatif sebagai prioritas pembangunan desa.
"Kehadiran inovasi panel surya berbasis IoT di Kutamanah menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal," kata Dyah.
Ia berharap program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, serta diharapkan dapat dikembangkan di desa-desa lain yang membutuhkan.
Dyah juga menyebutkan, dengan terobosan ini, Desa Kutamanah berpeluang menjadi model Desa Mandiri Energi di Kabupaten Purwakarta.
"Selain menyediakan penerangan jalan yang efisien, program ini juga menekan biaya listrik masyarakat, memperkuat keamanan lingkungan, sekaligus menjadikan Purwakarta sebagai salah satu daerah pelopor dalam penerapan energi terbarukan dan teknologi pintar berbasis IoT," ujarnya.(add/sep)
