Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Festival Desa Wisata Kasomalang Kulon: Semarak Seni, Budaya, dan Semangat Nata Desa Rasa Kota

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|18:06 WIB
Bagikan:
Festival Desa Wisata Kasomalang Kulon: Semarak Seni, Budaya, dan Semangat Nata Desa Rasa Kota
Suasana meriah Festival Desa Wisata Kasomalang Kulon Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Sabtu (31/5/2025).

SUBANG–Suasana meriah menyelimuti Gedong Sinder dan Cimutan, dalam gelaran Festival Desa Wisata Kasomalang Kulon Desa Kasomalang Kulon, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Sabtu (31/5/2025).

Acara ini menjadi bentuk nyata dari visi "Nata Desa Rasa Kota", semboyan yang digaungkan oleh Pemerintah Desa Kasomalang Kulon dalam upaya memajukan potensi desa secara menyeluruh—baik dari sisi pariwisata, ekonomi kreatif, maupun pelestarian budaya.

Kepala Desa Kasomalang Kulon H. Amirudin mengatakan, Festival ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan ruang ekspresi dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal, produk UMKM, serta kekayaan alam desa yang selama ini menjadi kekuatan utama Kasomalang Kulon sebagai destinasi wisata unggulan di Subang.

"Dalam festival tersebut, digelar beragam kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia. Acara dibuka sejak pagi dengan bazar UMKM, yang menampilkan produk-produk lokal mulai dari keripik singkong, keripik pisang, keripik deblo, hingga olahan nanas, buah ikonik dari Kabupaten Subang," ucapnya.

Tidak hanya itu, produk-produk kerajinan tangan dan herbal dari warga juga turut dipamerkan, menandai geliat ekonomi lokal yang semakin tumbuh. Selain itu, pengunjung juga disuguhi berbagai kaulinan tradisional barudak (permainan tradisional anak-anak), yang kini mulai langka di tengah dominasi gawai.

"Anak-anak tampak antusias memainkan egrang, congklak, dan lainnya. Kegiatan ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus edukasi kepada generasi muda akan kekayaan tradisi leluhur, " terangnya.

Kemeriahan festival juga ditandai dengan gebyar senam bersama dan gerak jalan santai, yang diikuti oleh ratusan warga dari 8 desa se-Kecamatan Kasomalang. Acara ini tak hanya menjadi ajang kebugaran, tapi juga mempererat solidaritas antarwarga dan perangkat desa.

"Yang tak kalah unik adalah kegiatan “Cimutan Ngagobyag”, yakni tradisi khas masyarakat setempat yang memanfaatkan mata air alami Cimutan untuk kegiatan permainan air yang menyegarkan. Tradisi ini juga menjadi sarana promosi potensi wisata air bersih alami yang dimiliki Kasomalang Kulon," beber H. Amir.

Acara semakin semarak ketika 8 desa di Kecamatan Kasomalang menampilkan pagelaran seni budaya masing-masing. Mulai dari tarian daerah, musik tradisional, hingga pertunjukan, semuanya membaur menjadi satu panggung harmoni budaya yang mengesankan.

"Malam harinya, suasana berubah menjadi lebih khidmat dan megah dengan pertunjukan Sendratari Kolosal Desa Wisata, sebagai puncak acara Festival Desa Wisata Kasomalang Kulon," jelasnya.

Menurutnya, Pertunjukan ini melibatkan puluhan penari, aktor lokal, dan seniman desa yang menampilkan kisah perjuangan warga dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Dengan tata panggung yang megah dan pencahayaan artistik, penonton diajak menyelami sejarah, filosofi, dan semangat gotong royong warga Kasomalang Kulon.

Salah satu daya tarik utama Kasomalang Kulon adalah sumber mata air Cimutan, yang menurut Kepala Desa H. Amirudin atau sering di sapa H. Amir, memiliki kadar pH netral antara 6 hingga 7. Hal ini membuat airnya aman, segar, dan dipercaya dapat menyegarkan tubuh.

“Ketika orang mandi di sana, bakteri  akan masuk ke sela-sela batuan alami seperti memasuki rumah mereka. Ini yang membuat mandi di Cimutan terasa begitu alami dan menyembuhkan,” ujar H. Amir.

Selain Cimutan, potensi wisata lainnya yang sedang dikembangkan adalah Curug (air terjun) yang tengah diperbaiki sarana prasarana serta akses jalannya. “InsyaAllah ke depan, curug ini akan menjadi magnet baru wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam,” tambah H. Amir.

Direktur BUMDes Sauyunan, Jaelani Husni, menyebut Desa Kasomalang Kulon memiliki “bonus demografis yang memikat dan mempesona.” Menurutnya, desa ini unggul karena memiliki tiga kekuatan utama: wisata alam, wisata buatan, dan wisata budaya.

Keunikan Desa Wisata Kasomalang Kulon tidak berhenti di alamnya. Salah satu daya tarik utama lainnya adalah homestay bergaya kolonial Belanda.

"Banyak rumah-rumah tua milik warga yang merupakan peninggalan zaman kolonial telah dikolaborasikan dengan BUMDes untuk dijadikan homestay, " Ujar Jaelani.

Para wisatawan bisa merasakan sensasi menginap layaknya berada di masa lampau, sambil menikmati kesejukan dan keramahan khas pedesaan Subang.

“Homestay di desa ini tidak hanya menjadi tempat menginap, tapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan budaya. Kita sajikan pengalaman bermalam yang autentik dengan suasana klasik yang jarang ditemui di tempat lain,” terang Jaelani.

Kasomalang Kulon juga dikenal sebagai pusat pertanian hortikultura, terutama nanas, yang menjadi maskot Kabupaten Subang. Nanas-nanas berkualitas dari desa ini tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga diolah menjadi produk turunan seperti keripik nanas, selai, hingga minuman segar

Tak hanya nanas, keripik singkong, keripik deblo, dan keripik pisang juga menjadi produk unggulan UMKM desa. “Kami ingin semua hasil alam bisa dinikmati dan dibawa pulang oleh wisatawan, sekaligus meningkatkan ekonomi warga lokal,” kata Jaelani.

BUMDes Sauyunan sedang menyiapkan paket wisata lengkap, baik untuk satu hari penuh (one day trip) maupun paket satu hari satu malam. Paket-paket ini akan mencakup wisata edukasi, wisata sejarah, dan wisata alam.

Pengunjung bisa memilih aktivitas sesuai minat, mulai dari belajar sejarah kolonial, menjelajahi alam, hingga melihat langsung proses produksi UMKM.

“Kami sudah luncurkan program paket wisata ini. Tinggal pilih, mau yang sejarah, edukasi atau alam. Semuanya bisa, dan pastinya memberikan pengalaman yang berbeda,” ujar Jaelani.

Menutup pernyataannya, Kepala Desa H. Amir mengajak masyarakat luas untuk menjadikan Kasomalang Kulon sebagai destinasi wisata pilihan.

“Di desa kami, Anda bisa temukan peninggalan Belanda yang masih lestari, udara yang sejuk, teh khas Subang, dan tentu saja nanas yang menjadi ikon daerah. Semua kami tawarkan dengan keramahan warga dan suasana pedesaan yang hangat,” ucapnya.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional7 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang7 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang8 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta8 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta9 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang9 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle11 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle12 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline12 jam lalu