HUT ke-63 SMAN 1 Subang: Kolaborasi, Kreativitas, dan Kenangan Tak Terlupakan

SUBANG-Euforia mewarnai hari Senin pagi (4/8/2025) di SMAN 1 Subang ketika perayaan HUT ke-63 digelar dengan meriah dan penuh warna.
Tahun ini, perayaan mengangkat tema besar “CHROSINEMA (Chronicle of SMANSA in Cinema)” — sebuah penghargaan terhadap perjalanan panjang sekolah yang dikemas dalam nuansa film dan sinema.
Karnaval, kostum bertema film, aksi sosial, hingga drama mini kelas menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi dan kreativitas para siswa tidak pernah padam.
Dimulai dengan pawai keliling sekolah sambil menggelar aksi GEMAS (Gemar Memungut Sampah), acara berlanjut ke upacara penyambutan tamu kehormatan dan ditutup dengan pentas seni kolosal dari siswa dan guru.
Acara ini tak hanya menjadi ajang hiburan tahunan, tetapi juga menjadi simbol sinergi
lintas angkatan, dedikasi para guru, dan semangat kepemimpinan dari para siswa.
Sejak pagi, siswa-siswi dari kelas X hingga XII tampil memukau dalam karnaval bertema film, mulai dari kostum "Up" hingga "The Maze Runner". Di saat bersamaan, mereka juga menjalankan aksi sosial dengan memungut sampah di sepanjang rute
Rehan, ketua kelas XI-4 yang juga menjadi koordinator konsep kostum, membagikan kisah di baliknya.
“Sebenernya saya hanya menyampaikan konsep awal buat kostum yang akan kita pakai, dan akhirnya juga teman-teman sendiri setuju. Jadi lega aja ide awal saya diterima,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun ada tantangan saat mengatur teman-temannya, kerja
sama yang baik membuat semuanya bisa berjalan lancar.
“Kadang susah aja buat disuruhnya. Tapi selebihnya mah teman-teman mudah diajak koordinasi. Saya bangga dengan keputusan yang saya buat, dan terima kasih juga kepada
teman-teman semua tentunya,” ujarnya.
Pukul 10.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penyambutan tamu kehormatan yakni, Bupati Subang Reynaldi Putra Andita BR, S.IP. dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi, S.Si., MM. Keduanya merupakan pemimpin Subang periode 2025–2030, yang baru saja dilantik tahun ini.
Upacara dibuka oleh pembacaan saritilawah oleh ekstrakurikuler ROHIS, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne SMANSA yang dibawakan oleh ekstrakurikuler PADUS.
Ekstrakurikuler SAKAS pun turut menyumbang kontribusi lewat prosesi adat khas SMANSA, yang memberikan warna tradisional dalam peringatan ini.
Setelah pembacaan latar belakang singkat SMANSA oleh Drs. Moh. Hairiyano, MT., dan doa bersama, sambutan dari para pemimpin daerah menjadi sorotan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agus menerima kejutan ulang tahun yang ternyata dirayakan bertepatan dengan HUT SMANSA.
“Saya tidak berharap karena tadi sudah di-prank juga oleh Pak Bupati, ternyata di sini juga kena prank,” ujarnya disambut tawa para hadirin.
“Semoga adik-adik SMANSA bisa memimpin lebih baik dari kami. Tidak hanya di kabupaten, tapi juga di tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.
Uniknya, ini merupakan kedua kalinya ulang tahun beliau dirayakan di SMANSA, yakni pada tahun 1990-an dan kini di 2025.
Setelah upacara dan waktu istirahat kedua, kemeriahan berlanjut di lapangan utama. Pentas seni dibuka dengan penampilan dari para guru SMANSA yang tampil menghibur, dilanjutkan dengan drama mini dari tiap kelas. Tema yang diangkat beragam — dari animasi, fiksi ilmiah, hingga musikal.
Helsya, salah satu siswa yang ikut serta dalam drama kelas bertema “The Maze Runner” mengatakan, “Aku bantu dokumentasi, jadi aku rekap semua klipnya di kameraku. Tapi yang paling totalitas sih pas karakter Teressa muncul dari lift. Setelah itu muncul prasangka antar karakter— itu keren banget!”
Ia juga membagikan cerita lucu saat persiapan. “Kita speedrun bikin properti, dekor kelas, dan latihan... semua mepet banget! Tapi pas tampil, semuanya malah totalitas. Capeknya langsung terbayarkan!”
Teh Quri, salah satu pengurus OSIS kelas 12 divisi dokumentasi, menyampaikan bahwa koordinasi dan kesiapan teknis menjadi tantangan terbesar.
“Kalau saya selaku PDD, tantangan paling besar adalah kekurangan SDM dan masalah kamera seperti habis baterai atau memori penuh,” ujarnya.
Ia mengaku bagian paling menegangkan adalah saat pentas seni, pawai, dan penyambutan bupati.
“Kalau bisa memperbaiki satu hal, saya ingin lebih semangat kerja lagi dan menghargai setiap momen, karena ini event terakhir kami sebagai panitia. Dokumentasi itu jadi kenangan berharga,” katanya.
Perayaan ulang tahun ke-63 ini bukan hanya menjadi selebrasi masa lalu, tetapi juga harapan untuk masa depan. Di bawah kepemimpinan PLT Kepala SMAN 1 Subang, Ibu Hj. Siti Mirah Saribanon, S.Pd., MT, dan dukungan dari semua warga sekolah, SMANSA menunjukkan bahwa kekuatan kebersamaan adalah modal utama untuk terus tumbuh dan memimpin.
SMANSA bukan hanya tempat belajar, tapi juga rumah bagi kreativitas, kerja sama, dan semangat juang para remaja Subang. Selamat ulang tahun ke-63, SMANSA! Teruslah menjadi pelita bagi pendidikan dan karakter bangsa.(Syifa Oktavina Efendi & Cinta Clara-SMAN 1 Subang)
