Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

IAPE 2026 Bandung Digelar 2–5 September, Hadirkan Inspirasi Bisnis Produksi dan Dekorasi Apparel di Jawa Barat

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|08:31 WIB
Bagikan:
IAPE 2026 Bandung Digelar 2–5 September, Hadirkan Inspirasi Bisnis Produksi dan Dekorasi Apparel di Jawa Barat
Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 kembali digelar di Bandung

BANDUNG — Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 kembali digelar di Bandung sebagai ajang yang mempertemukan pelaku bisnis produksi dan dekorasi Apparel di Jawa Barat, atau tepatnya industri produksi dan dekorasi pakaian dengan perkembangan teknologi, mesin, bahan, serta peluang bisnis terbaru di sektor apparel.

Memasuki penyelenggaraan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2014, IAPE 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 2–5 September 2026, di Bandung Convention Centre. Pameran dibuka untuk pengunjung setiap pukul 10.00–18.00 WIB.

IAPE merupakan salah satu pameran apparel production dan apparel decoration terbesar di Jawa Barat. Beragam teknologi, mesin, serta perlengkapan pendukung industri produksi pakaian akan ditampilkan dalam pameran ini.

Produk dan teknologi yang dihadirkan meliputi bahan kain, peralatan dan perlengkapan sablon, mesin jahit, mesin bordir, mesin Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), mesin cutting, heat press, hingga berbagai teknologi digital printing seperti UV printing dan sublimation printing.

Pameran ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh wawasan sekaligus inspirasi dalam mengembangkan bisnis produksi dan dekorasi pakaian. Peluang tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya tren fesyen berbasis komunitas dan hobi, seperti jersey, apparel untuk pengendara motor, serta berbagai produk pakaian yang membutuhkan desain dan identitas khusus.

Peluang Industri Apparel dan Teknologi Produksi

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih menjadi salah satu sektor padat karya yang memiliki peran penting dalam industri manufaktur Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan industri, perkembangan teknologi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha. Tren custom printing, print on demand, produksi dalam jumlah kecil atau satuan, hingga meningkatnya perhatian terhadap penggunaan teknologi dan produk yang lebih ramah lingkungan menjadi peluang yang dapat dikembangkan.

Peluang tersebut dinilai relevan bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Melalui IAPE 2026 Bandung, perkembangan teknologi di sektor apparel diharapkan dapat lebih mudah diakses dan dimanfaatkan oleh pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Bandung Tetap Menjadi Barometer Industri Pakaian

Sebagai salah satu pusat perekonomian di Jawa Barat, Bandung memiliki posisi penting dalam perkembangan industri fesyen dan produksi pakaian. Kota ini telah lama dikenal sebagai salah satu barometer industri garment, konveksi, sablon, dan berbagai bisnis pendukung produksi apparel.

Penyelenggaraan IAPE 2026 di Bandung diharapkan dapat menjaga eksistensi sekaligus meningkatkan geliat industri produksi pakaian di tingkat lokal, regional, maupun nasional.

Ajang ini menjadi momentum bagi pelaku bisnis untuk menemukan peluang baru, mengikuti perkembangan teknologi, serta memperbarui dan meningkatkan lini bisnis mereka.

Khususnya bagi pelaku usaha garment, konveksi, sablon, bordir, dan digital printing, IAPE menjadi ruang untuk melihat langsung perkembangan teknologi dan solusi yang tersedia bagi kebutuhan bisnis produksi apparel.

Diikuti Perusahaan dan Brand Pendukung Industri Apparel

IAPE 2026 Bandung diikuti oleh sekitar 20 perusahaan berskala nasional yang membawa lebih dari 40 merek atau brand pendukung bisnis produksi pakaian.

Para peserta pameran berasal dari kalangan supplier dan distributor yang telah memiliki pengalaman dalam mendukung perkembangan industri apparel. Berbagai inovasi dan teknologi akan diperkenalkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut juga memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memperoleh informasi langsung mengenai teknologi, produk, layanan, serta dukungan purnajual atau after-sales service.

Selain pelaku industri dan perusahaan penyedia teknologi, IAPE juga melibatkan berbagai komunitas yang menaungi praktisi dan ahli di bidang produksi dan dekorasi pakaian. Kehadiran komunitas tersebut diharapkan dapat mendorong interaksi, kolaborasi, dan sinergi di antara para pelaku industri.

Hadirkan Live Demo hingga Apparel Talk

Selain pameran produk dan teknologi, IAPE 2026 Bandung juga akan menghadirkan berbagai kegiatan pendukung.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain live demo, 10 sesi talkshow bertajuk Apparel Talk dengan menghadirkan sekitar 15 narasumber, serta kegiatan business matching.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai kondisi bisnis terkini, tantangan industri, perkembangan teknologi, serta berbagai peluang yang dapat dikembangkan di sektor produksi dan dekorasi apparel.

IAPE 2026 tidak hanya ditujukan bagi pengusaha di bidang garment dan produksi pakaian. Pameran ini juga diharapkan menarik perhatian ekosistem bisnis pendukung lainnya, mulai dari pengusaha distro, perancang fesyen, pelaku usaha apparel online, hingga civitas akademika dan instansi pemerintahan terkait.

IAPE 2026 Bandung diselenggarakan oleh Moremedia dengan dukungan BPD API Provinsi Jawa Barat, DPD PPGI Provinsi Jawa Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, serta Komunitas Sablon Jawa Barat.

Adapun sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan IAPE 2026 Bandung di antaranya Ketua KOPI Grafika Usman Batubara, Founder IAPE Aulia Sunhandhyka, serta Project Manager Moremedia Indonesia Bryan W. Arsaha.

Informasi lebih lanjut mengenai IAPE 2026 dapat diperoleh melalui situs resmi apparelexpo.biz dan akun Instagram @apparelexpo.

Berita Terbaru

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Nasional8 jam lalu
SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

Nasional8 jam lalu
222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

Jawa Barat9 jam lalu
Rekam Jejak Birokrasi Tiga Calon Sekda Subang

Rekam Jejak Birokrasi Tiga Calon Sekda Subang

Headline9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tips Bekerja sebagai Operator Produksi di Subang agar Sukses dan Profesional

Tips Bekerja sebagai Operator Produksi di Subang agar Sukses dan Profesional

Lifestyle9 jam lalu
3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

Subang10 jam lalu
PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Jawa Barat10 jam lalu
Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Nasional10 jam lalu
Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Subang11 jam lalu
495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

Subang11 jam lalu