Indriyani Rachma, Alumni TK Trisula Jadi Peneliti di Jepang

PURWAKARTA-Ada yang menarik dalam kunjungan tim dari The University Kitakyushu Jepang ke Universitas Pendidikan Indonesia UPI Purwakarta, Rabu (20/8/2025).
Tim ini beranggotakan empat orang, terdiri atas tiga profesor yang merupakan warga negara Jepang dan seorang reseracher atau peneliti yang ternyata warga Indonesia.
Usut punya usut, peneliti bernama Indriyani Rachma (54) ini ternyata besar di Kabupaten Purwakarta. Bahkan Indri, panggilan akrabnya, pernah tercatat sebagai warga Malangnengah, Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta.
"Alhamdulillah, saya bisa kembali ke kota masa kecil saya. Dulu saya bersekolah di TK Trisula Perwari di dekat Situ Buleud," kata Indri mengenang.
Adapun untuk sekolah dasar, sambungnya, Indri mengaku sempat bersekolah di SD di Jalan Ahmad Yani Purwakarta. "Hanya saja saya sekolah di SD Ahmad Yani hingga kelas 4 dan pindah ke Bandung," ujarnya.
Singkat cerita, Indri menamatkan jenjang S1 nya di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) atau yang sekarang dikenal dengan UPI Bandung jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan.
"Lulus S1 saya sempat melanjutkan pendidikan ke Australia untuk memperdalam media pendidikan, namun hanya satu semester saja. Hal ini dikarenakan saya berniat menjadi Guru Bahasa Jepang," ucap Indri.
Medio 1988, Indri pun ke Jepang untuk kursus Bahasa Jepang di pusat pembelajaran bahasa, hingga akhirnya mendapat sertifikat guru Bahasa Jepang.
"Akan tetapi, saya melihat Jepang memiliki sistem pendidikan terbaik, karenanya saya pun berkuliah di The University Kitakyushu Jepang Jurusan Pendidikan," ucap Indri.
Di kampus itu pula, Indri bertemu dengan jodohnya sesama mahasiswa Indonesia Mukhamad Subkhan, D.Eng., dan dikaruniai dua orang anak, Kaori Adestyane dan Harumi Zilfa.
Usai melahirkan anak kedua, Indri melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di universitas yang sama. Ia semangat meraih gelar PhD karena melihat sistem pendidikan di Jepang yang disebutnya ajaib.
"Saya takjub melihat bagaimana mereka mengajarkan moral, mengajarkan tentang lingkungan, hingga mitigasi bencana. Saya kagum dengan konsep dan media pembelajarannya," kata Indri.
Indri yang menjadi seorang Reseracher Matsumoto Lab Environmenyal System The University of Kitakyushu ini pun ingin mentransferkan ilmu yang didapatnya ke Indonesia.
Hingga pada tahun 2013, Indri mulai mengajukan berbagai projek penelitian dan pendidikan di Indonesia ke kampusnya.
"Alhamdulillah, hingga saat ini ada 17 perguruan tinggi di Indonesia yang bekerja sama dengan The University Kitakyushu di lab yang saya kelola," ujarnya.(add)
