Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ini Dia Penyebab Terjadinya Longsor Cipondok Subang

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|10:36 WIB
Bagikan:
Ini Dia Penyebab Terjadinya Longsor Cipondok Subang
Longsor yang terjadi pada tanggal (7/1/2024) tersebut telah menewaskan 2 orang, Longsor Cipondok Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang rupanya bukan hanya disebabkan oleh hujan lebat saja. (Dok istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Longsor yang terjadi pada tanggal (7/1/2024) tersebut telah menewaskan 2 orang, Longsor Cipondok Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang rupanya bukan hanya disebabkan oleh hujan lebat saja. 

Rupanya ada beberapa faktor lain yang juga menjadi salah satu penyebab dari terjadinya longsor tersebut. 

Salah satunya adalah penggunaan sumur bor oleh PT Tirta Investana (Aqua) untuk keperluan privatisasi air kemasan. Meskipun hanya satu sumber bor yang aktif. 

Dari informasi yang telah kami dapatkan, kemungkinan tersebut telah melebihi daya tanah yang menyebabkan tanah menjadi rusak dan tidak stabil serta berpotensi menyebabkan longsor. 

Satu hari setelah kejadian, Walhi Jawa Barat melakukan penyelidikan dan aseesment cepat di lokasi bencana. Berdasarkan assesment cepat yang dilakukan di lapangan, Walhi menemukan bahwa tanah longsor di area PT.Tirta Investama (Aqua) tidak terlepas dari gangguan aktivitas pengeboran yang dapat memicu tanah longsor ketika terjadi hujan yang terus-menerus. 

“Kejadian longsor yang berada dilokasi PT.Tirta Investama (Aqua) tersebut, tidak luput dari gangguan pengeboran yang dapat memicu longsor Ketika hujan terus mengguyur pada saat itu. sementara letak geografis lokasi bencana,” ungkap Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang

Berdasarkan informasi yang diterima oleh pihaknya, PT Tirta telah mendapatkan izin pengambila air untuk air kemasan sejak tahun 1998. 

Keberjlanjutannya lokasi etrsebut memerlukan langkah-langkah reporestasi di sekitar area eksplorsi air. 

“Pemerintah diharapkan meminta penjelasan dari PT. Tirta mengenai upaya yang telah dilakukan untuk menjaga keberlanjutan mata air selama ini,” ungkap Wahyudin.

Atas kejadian tersebut, 2 orang warga tewas tertimbun tanah dan 129 orang telah mengungsi di posko pengungsian yang telah diupayakan pemerintah. 

Meskipun tidak ada dampak terhadap pemukiman, namun warung yang berada di dekat wisata air cipondok mengalami dampak tersebut. 

Wahyudin mengungkapkan, hingga saat ini, tindakan mitigasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap potensi-potensi atau dampak dari longsor yang baru saja terjadi belum terlihat secara menyeluruh.

“Hanya saja baru ada inisiatif untuk mengungsikan dan menghimbau kepada masyarakat yang berada tidak jauh dekat dari longsor yang terjadi pada saat itu,” ungkapnya.

“Itu beberapa desakan sudah kami sampaikan pada rilis atau siaran pers yang bisa dilihat,” pungkas Wahyudin.

Berita Terbaru

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat35 menit lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline1 jam lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline1 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline3 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga3 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline4 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline4 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle4 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle5 jam lalu