Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KDM Simulasi Makan Siang Gratis di SDN Ciwangi, Gunakan Uang Pribadi, Dibuat Dua Pola

E
EgiEditor: Egi
|18:45 WIB
Bagikan:
KDM Simulasi Makan Siang Gratis di SDN Ciwangi, Gunakan Uang Pribadi, Dibuat Dua Pola
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES SIMULASI: Kang Dedi Mulyadi menggelar simulasi program makan siang gratis menggunakan uang pribadinya di SDN Ciwangi.

PURWAKARTA-Kang Dedi Mulyadi (KDM) mensimulasikan program makan siang gratis menggunakan uang pribadinya di SDN Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Senin (4/3).

Pada simulasi ini KDM membuat dua pola. Pertama, makan siang gratis yang dikoordinir dan dibuatkan oleh Forum Orang Tua Siswa (Fortusis). Pola kedua, memberikan uang kepada orang tua siswa. Nilai uangnya sama, Rp15 ribu per siswa. Hasilnya, makan siang yang dibuatkan Fortusis semuanya seragam dengan menu nasi, ayam teriyaki (filet), tumis dan satu buah jeruk. Sementara yang dibuatkan langsung oleh orang tua siswa menunya beragam.

Terkait hal ini, pihak sekolah menilai bahwa program tersebut merupakan kegiatan positif untuk para siswa di sekolah. "Alhamdulillah simulasi makan gratis yang diinisiasi Kang Dedi berjalan dengan baik. Mudah-mudahan, program yang diusung Pak Prabowo ini bisa berjalan dengan lancar," kata Kepala SDN Ciwangi Totoh Fatonah kepada wartawan.

Meski begitu, Totoh beraharap program makan gratis tidak menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang sudah ada. "Akan tetapi, bila nanti ada penambahan khusus yang dimasukkan ke bagian dana BOS itu tak apa," ujarnya.

Karena bila dipaksakan, lanjutnya, akan ada program siswa yang dikorbankan. Pasalnya, kata dia, dana bos itu kan untuk operasional. "Lain halnya kalau ada anggaran khusus dan ditambahkan ke dalam dana BOS, nanti tinggal pihak sekolah yang mengelola," ucapnya.

Diketahui, pada simulasi tersebut KDM memberikan subsidi selama satu pekan ke depan untuk seluruh siswa di SDN Ciwangi yang berjumlah 579 anak. Setiap anak mendapatkan subsidi sebesar Rp 15 ribu yang berasal dari uang pribadi KDM.

Dikonfirmasi terpisah, KDM menyampaikan jika makan siang yang dikoordinir Fortusis ini terlalu banyak yang terbuang seperti misting atau tempat makan dan sendok plastik. Sehingga kurang efektif, karena harganya setara dengan satu sampai dua butir telur.

Sementara untuk yang dibuatkan langsung oleh orang tua siswa menunya sangat beragam. Bahkan potongan daging lebih besar, sayur dan buah lebih banyak, dan bekal yang dibawa sesuai dengan selera anak.

KDM sendiri mengusulkan subsidi makan siang gratis uangnya diberikan langsung kepada orang tua siswa. Sehingga orang tua bisa mengelola sendiri uang tersebut untuk kebutuhan makan siang anaknya di sekolah. "Orang tua tahu porsi dan menunya yang sesuai dengan anak, dan tidak kalah penting anak senang bisa merasakan langsung masakan ibunya yang enak karena dimasak dengan penuh cinta dan sayang," kata KDM.

Menurutnya jika makan siang gratis dikelola oleh satu pihak tidak akan efisien sehingga menu dan porsi yang seharusnya memenuhi gizi anak terpangkas oleh hal yang bersifat administratif berbasis proyek.

Bagi KDM, program makan siang gratis sendiri bukan hal baru. Sebab saat ia menjadi Bupati Purwakarta pernah menjalankan program serupa dengan memberikan telur dan susu untuk seluruh siswa. "Jadi kalau ditanya memang anggarannya ada? Ya itu buktinya dulu di Purwakarta semuanya berjalan, siswa diberi telur dan susu gratis, infrastruktur bagus, RT/RW digaji tinggi, padahal APBD-nya paling kecil," ujarnya.

Ke depan, kata KDM, jika program makan siang gratis telah berjalan maka uang jajan anak dari masing-masing orang tuanya bisa untuk ditabungkan. Nantinya pihak sekolah bekerja sama dengan bank untuk program tabungan tersebut.

Meski begitu, KDM mengatakan yang dilakukan saat ini berupa simulasi untuk mencari formula terbaik. Ia menyerahkan sepenuhnya kebijakan kepada pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan menjalankan program tersebut. "Ini hanya usulan saya saja setelah melihat simulasi seperti ini uang yang diberikan ke orang tua makanannya lebih variatif dan bergizi," ucapnya.(add/sep)

Berita Terbaru

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Lantik 3 Pejabat Baru, Jeje: Tempatkan Aparatur Sesuai Kebutuhan Organisasi

Bandung Barat59 menit lalu
Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Antisipasi Banjir, Dinas Perkim Cek Saluran Air dan Irigasi Perumahan

Purwakarta1 jam lalu
Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Dinas PUPR Subang Targetkan Proyek Jalan Rampung November

Subang1 jam lalu
Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

Purwakarta1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang2 jam lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline2 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline3 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline3 jam lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle4 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline6 jam lalu
KDM Simulasi Makan Siang Gratis di SDN Ciwangi, Gunakan Uang Pribadi, Dibuat Dua Pola | Pasundan Ekspres