Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kekeringan Ancam Warga, Andhika Minta Pemerintah Perkuat Antisipasi Krisis Air

H
Hadi MartadinataEditor: Dobi Maulana
|12:37 WIB
Bagikan:
Kekeringan Ancam Warga, Andhika Minta Pemerintah Perkuat Antisipasi Krisis Air
Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi agar kekeringan tidak berkembang menjadi krisis air yang semakin membebani masyarakat. (Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Musim kemarau yang mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Barat membuat persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian. Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Andhika Surya Gumilar, meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi agar kekeringan tidak berkembang menjadi krisis air yang semakin membebani masyarakat.

Menurut Andhika, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak boleh menunggu sampai warga benar-benar kesulitan mendapatkan air baru kemudian turun melakukan penanganan.

“Antisipasi harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika masyarakat sudah kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Andhika saat diwawancarai pada (19/8/2026). 

Ia menilai pemetaan wilayah rawan kekeringan menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan. Pemerintah daerah perlu memiliki data yang jelas mengenai desa atau kawasan yang setiap tahun mengalami kekurangan air, termasuk jumlah warga yang berpotensi terdampak.

Dengan data tersebut, kata Andhika, distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Penyaluran air menggunakan mobil tangki memang diperlukan sebagai langkah darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi satu-satunya.

“Dropping air penting untuk kondisi darurat, tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus memikirkan solusi yang lebih permanen, seperti sumur bor, embung, penampungan air dan penguatan jaringan distribusi air,” katanya.

Andhika juga mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi dengan BPBD, dinas terkait, PDAM, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa. Menurutnya, penanganan kekeringan membutuhkan kerja bersama karena persoalan air tidak mengenal batas wilayah administrasi.

Selain berdampak terhadap kebutuhan rumah tangga, kekeringan juga berpotensi menekan sektor pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat. Berkurangnya debit sumber air dapat membuat petani kesulitan memenuhi kebutuhan pengairan lahan, sementara masyarakat yang mengandalkan sumber air tertentu juga harus mencari alternatif lain.

“Dampak kekeringan bukan hanya soal air untuk minum. Ada pertanian, peternakan dan aktivitas ekonomi masyarakat yang ikut terdampak. Karena itu, antisipasinya harus menyeluruh,” ungkap Andhika.

Ia pun meminta pemerintah mulai memperkuat pembangunan infrastruktur konservasi air. Menurutnya, musim hujan harus dimanfaatkan untuk menyimpan sebanyak mungkin cadangan air sehingga dapat digunakan ketika memasuki periode kemarau.

Pembuatan embung, revitalisasi sumber mata air, sumur resapan, penghijauan kawasan tangkapan air serta pemeliharaan jaringan irigasi dinilai dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang menghadapi kekeringan.

Di sisi lain, Andhika mengajak masyarakat ikut berperan menjaga ketersediaan air. Penggunaan air secara bijak, menjaga kebersihan sumber mata air dan tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan bersama.

“Pemerintah punya tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar. Tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga sumber daya air yang ada. Ini tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Andhika berharap persoalan kekeringan tidak selalu ditangani dengan pola reaktif. Pemerintah, menurutnya, perlu mulai membangun sistem penanganan yang lebih terencana sehingga ketika musim kemarau datang, langkah yang dilakukan sudah siap dijalankan.

“Jangan setiap kemarau kita kembali menghadapi persoalan yang sama. Harus ada evaluasi dan solusi permanen dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi kekeringan harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah. Dengan perencanaan yang matang, koordinasi yang kuat dan pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan, masyarakat Jawa Barat diharapkan tidak lagi terlalu rentan ketika menghadapi musim kemarau.

Bagi Andhika, memastikan ketersediaan air bukan hanya persoalan penanganan bencana, tetapi bagian dari upaya pemerintah menjamin kualitas hidup masyarakat. Karena itu, langkah antisipasi harus dilakukan mulai sekarang sebelum kekeringan semakin meluas. (hdi) 

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional7 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang7 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang7 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta8 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta8 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang8 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle11 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle12 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline12 jam lalu