Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kerinduan Chalimah Kepada Cucunya Pupus di KM 73 Tol Cipali

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|06:56 WIB
Bagikan:
Kerinduan Chalimah Kepada Cucunya Pupus di KM 73 Tol Cipali
Pada Jum'at lalu kejadian mengenaskan terjadi di tol Cipali Km 73 yang menewaskan 12 Orang, hal ini memupuskan harapan Chalimah (68) untuk bertemu dengan cucunya. Foto Dok Istimewa

PASUNDAN EKSPRES - Pada Jum'at lalu kejadian mengenaskan terjadi di tol Cipali Km 73 yang menewaskan 12 Orang, hal ini memupuskan harapan Chalimah (68) untuk bertemu dengan cucunya. 

Hal tersebut juga dialami oleh pasutri Masyudi (57) dan Yekti Nugrahati (45) yang berkeinginan menengok anaknya di Jakarta. 

Kerinduan tersebut sirna ketika Bus Handoyono yang mengangkut 21 penumpang terguling di KM 73 Tol Cipali, Kabupaten Purwakarta. 

Kecelakaan tunggal tersebut membuat putra Chalimah, Amin Fahrudin bersama istri dan keluarganya diselimuti kesedihan. 

Air mata yang menetes saat mendatangi kamar jenazah di Rumah Sakit Abdul Radjak, Purwakarta. 

Chalimah (68), warga Desa Bantih, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), sedianya hendak menuju rumah Amin di Kabupaten Karawang, Jabar.

Kerinduan Chalimah kepada tiga cucunya dan ingin berlibur bersama harus pupus di tengah jalan. 

Sore itu, Amin menerima kabar yang mengejutkan dari agen PO Handoyo Bus yang dinaiki oleh ibunya mengalami kecelakaan tunggal di Tol Cipali. 

Didampingi Saptoni, Amin dan keluarga langsung mengecek ke rumah sakit. "Karena kondisi Amin tak memungkinkan, makanya saya yang mengantar," ujar Saptoni 

Selain Chalimah ada tiga anggota keluarga lain yang bernasib sama yaitu Mashudi (57) dan Yekti Nugrahanti (45), berserta cucunya, Adelia (5).

Dalam perjalanan ke Jakarta Masyudi (57) dan Yeti (45) di temanai juga oleh anaknya , Ahmad Hasya Rosyadan (13).

Hasya selamat dalam kecelakaan tersebut, namun dia terluka dibagian kaki. 

Kepala Dusun Salam 1 Harsoyo mengatakan, empat anggota keluarga tersebut ingin bertandang ke Jakarta dalam rangka liburan akhir tahun.  

Di samping itu, Mashudi dan Yekti juga ingin menengok salah satu anaknya yang bekerja di Ibu Kota. Terlebih lagi, anaknya tersebut baru selesai membangun rumah di sana.

Diantar oleh Harsoyo, keluarga tersebut berangkat dari rumah menuju terminal pukul 06.00 Wib pada jumat lalu. 

Beberapa jam kemudian, Harsoyo mendengar kabar duka dari Hasya. Remaja itu mengabarkan, kecelakaan yang dialami busnya mengakibatkan anggota keluarganya meninggal.

Saat ini ketiga korban telah dikebumikan di tempat pemakaman yang tidak jauh dari rumah duka.  

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda, DP2KBP3A Subang Dorong Remaja Rencanakan Masa Depan

Sumpah Pemuda, DP2KBP3A Subang Dorong Remaja Rencanakan Masa Depan

Subang7 menit lalu
Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Jawa Barat10 menit lalu
"Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Jadikan Pemuda Sebagai Garda Terdepan Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia"

"Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Jadikan Pemuda Sebagai Garda Terdepan Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia"

Opini14 menit lalu
Jadwal Resmi Piala Asia 2027 Dirilis Ulang, AFC Evaluasi Keamanan di Arab Saudi

Jadwal Resmi Piala Asia 2027 Dirilis Ulang, AFC Evaluasi Keamanan di Arab Saudi

Olahraga32 menit lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Dorong BRIN Perkuat Riset Karhutla, dari Prediksi Kebakaran hingga Teknologi Pemadaman

Prabowo Dorong BRIN Perkuat Riset Karhutla, dari Prediksi Kebakaran hingga Teknologi Pemadaman

Nasional44 menit lalu
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Headline48 menit lalu
Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang

Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang

Nasional52 menit lalu
Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Nasional1 jam lalu
Dana Pendidikan Dikorupsi, SMP-SMKS Nasional Terbengkalai

Dana Pendidikan Dikorupsi, SMP-SMKS Nasional Terbengkalai

Headline1 jam lalu
Penambang Ilegal Bakal Dipenjara, Kejaksaan Beri Contoh Penindakan terhadap Pelaku Penambangan di Cikaum

Penambang Ilegal Bakal Dipenjara, Kejaksaan Beri Contoh Penindakan terhadap Pelaku Penambangan di Cikaum

Headline1 jam lalu