Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ketum HMI Subang Kritik Pernyataan Cak Imin di Forum IKA PMII: “Tidak Tepat dan Merendahkan Sejarah”

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|16:05 WIB
Bagikan:
Ketum HMI Subang Kritik Pernyataan Cak Imin di Forum IKA PMII: “Tidak Tepat dan Merendahkan Sejarah”
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang, Annas Ahmad Laduni

SUBANG – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang, Annas Ahmad Laduni, menyampaikan keberatannya atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar dalam acara Pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/7/2025).

Dalam forum tersebut, Muhaimin—yang akrab disapa Cak Imin—mengatakan, "Kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, pasti itu HMI."

Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Annas Ahmad Laduni, yang menilai ucapan tersebut tidak pantas dan mencederai semangat serta sejarah perjuangan HMI sebagai organisasi kemahasiswaan.

“Pernyataan Cak Imin sangat disayangkan. HMI lahir dari rahim mahasiswa yang aktif di ruang-ruang kelas kampus, bukan dari kekuasaan, apalagi istana,” ujar Annas dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/7/2025).

Annas menegaskan, sejak didirikan pada 5 Februari 1947, HMI telah memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa.

Organisasi ini hadir sebagai wadah kaum intelektual muda untuk mengawal pembangunan nasional dengan semangat keislaman dan keindonesiaan.

Ia juga mengutip dua tujuan utama pendirian HMI, yakni:

  1. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia;

  2. Menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

“HMI tidak lahir dari elite politik. Kami dibentuk untuk memperjuangkan cita-cita keislaman dan keindonesiaan. Kami tidak pernah menjadi budak istana. Justru kami adalah mitra kritis kekuasaan,” tegasnya.

Annas mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik dan tokoh nasional, Muhaimin Iskandar seharusnya lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

“Perbedaan sejarah dan kultur organisasi harus disikapi dengan saling menghargai, bukan dengan menebar dikotomi dan provokasi,” ujarnya.

Ia pun mendesak Cak Imin untuk segera memberikan klarifikasi serta meminta maaf kepada keluarga besar HMI atas pernyataan tersebut.

“Cak Imin harus mengklarifikasi pernyataannya dan meminta maaf,” pungkas Annas.

Pernyataan Muhaimin Iskandar ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dan alumni organisasi pergerakan, yang menilai pentingnya menjaga etika komunikasi antarorganisasi demi menciptakan suasana solidaritas dan saling menghormati di tengah keberagaman gerakan mahasiswa.

Berita Terbaru

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle29 menit lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga1 jam lalu
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle1 jam lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang2 jam lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional3 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional3 jam lalu
Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang3 jam lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional4 jam lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional4 jam lalu