Klarifikasi Kades Panggalih Terkait Intimidasi Pemuda di Garut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Berikan Instruksi

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, akhirnya memberikan klarifikasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait dugaan kasus intimidasi yang melibatkan anggota keluarganya terhadap seorang pemuda yang disebut-sebut mengkritik kondisi jalan rusak.
Klarifikasi tersebut muncul setelah Dedi Mulyadi menyinggung peristiwa itu dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, di mana ia secara langsung meminta penjelasan kepada Kades Panggalih.
"Waduh pak kades, itu kenapa sampai rame-rame begitu?," tanya Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Panggalih, Wahyu, menjelaskan kepada Dedi Mulyadi bahwa pihak keluarganya tidak memahami akar permasalahan sejak awal, sehingga tindakan yang kemudian terjadi dinilainya sebagai perbuatan yang tidak patut.
"Kieu pak, di kampung mah kan teu apal tentang regulasi pemerintah desa, jadi kan diintimidasi ari keluarga teu terang oge persoalan ti awalna teh," ujar Wahyu.
Lebih jauh, kepala desa yang disebut telah menjabat sejak 2019 tersebut menyampaikan bahwa pada intinya pihak keluarganya merasa keberatan atas kritik yang dilontarkan oleh pemuda penjual telur itu.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan kepada Wahyu bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari jabatannya, termasuk menerima kritik yang datang dari masyarakat.
"Memang resiko pemimpin itu bukan hanya dipuji pak, resiko pemimpin itu dicaci maki gitu pak," jelas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat tersebut juga menyampaikan bahwa pada era media sosial saat ini, semakin banyak masyarakat yang aktif mempertanyakan kinerja pemerintah.
Karena itu, Dedi Mulyadi meminta agar Dana Desa (DD) serta sumber pendapatan desa lainnya dipublikasikan kepada masyarakat melalui media sosial, termasuk rincian pemanfaatan anggarannya.
"Jadi bapak mencantumkan rencana belanja desanya yang bersumber dari dana desa dan sumber-sumber lainnya, oleh bapak dimasukin di media sosial aja pak, di YouTube, di Instagram, di Facebook," ucap Dedi Mulyadi.
Selain itu, kepala daerah yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) turut memberikan nasihat kepada Wahyu agar pihak keluarganya dapat memahami dan menerima kritik yang disampaikan oleh warga desa.
Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa di era media sosial saat ini, masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan aspirasi, termasuk membagikan kondisi infrastruktur jalan di wilayah masing-masing.
Menanggapi arahan dan nasihat dari Gubernur Jawa Barat tersebut, Wahyu menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan instruksi yang telah disampaikan.
